Menu
Pencarian

Pasokan Seret, Harga Minyak Goreng di Pacitan Terus Naik

JTV Pacitan - Rabu, 22 April 2026 12:04
Pasokan Seret, Harga Minyak Goreng di Pacitan Terus Naik
Harga minyak goreng di Pasar Tradisional Minulyo Kabupaten Pacitan terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir. (Foto:Edwin Adji)

PACITAN - Harga minyak goreng di Kabupaten Pacitan terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan terjadi pada hampir seluruh merek dan ukuran kemasan, seiring pasokan dari distributor yang mulai sulit didapat.

Pantauan di Pasar Tradisional Minulyo, Kecamatan Pacitan, Rabu pagi, sejumlah pedagang mengaku harga minyak goreng kembali mengalami penyesuaian. Kenaikan rata-rata berkisar antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per kemasan.

Salah satu pedagang, Yana, mengatakan hampir semua jenis minyak goreng mengalami kenaikan harga. Selain itu, stok barang yang datang dari distributor juga semakin terbatas. “Naiknya sudah hampir semua merek. Barang juga sekarang lebih susah dicari dari distributor,” ujar Yana.

Ia menjelaskan, untuk minyak goreng kemasan bantal yang sebelumnya dijual sekitar Rp20 ribu per liter, kini naik menjadi Rp21 ribu. Sementara merek Fortune kemasan bantal juga naik dari Rp23 ribu menjadi Rp24.200 per liter.

Baca Juga :   Polisi Tertibkan Aksi Balap Liar, Lima Motor Diamankan Petugas

Menurut Yana, minyak goreng subsidi MinyaKita sebenarnya masih dijual sesuai harga eceran tertinggi, yakni Rp15 ribu per liter. Namun, stoknya jarang tersedia di pasaran. “Kalau MinyaKita harganya masih sama, tapi barangnya sering kosong,” tambahnya.

Kenaikan harga ini mulai dirasakan masyarakat. Salah seorang pembeli, Sunarti, mengaku kini harus mengurangi jumlah pembelian minyak goreng untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga. “Biasanya beli lebih banyak, sekarang dikurangi dulu karena harganya naik terus,” kata Sunarti.

Ia berharap harga minyak goreng segera kembali normal agar tidak semakin memberatkan kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :   Ratusan Warga Geruduk Balai Desa Watukarung, Soroti Dugaan Ketidakwajaran Pengelolaan BUMDes

Sementara itu, Kementerian Perdagangan menyebut lonjakan harga minyak goreng bukan disebabkan kelangkaan minyak sawit, melainkan tekanan biaya dari sektor hulu, khususnya bahan baku plastik untuk kemasan. Kenaikan biaya kemasan yang dipengaruhi pasokan nafta di tengah konflik Timur Tengah turut mendorong harga jual di tingkat konsumen. (Edwin Adji)

Editor : JTV Pacitan





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.