Menu
Pencarian

Pasca Yadnya Kasada, Tim Gabungan Kumpulkan 2 Ton Sampah di Kawasan Gunung Bromo

Farid Fahlevi - Selasa, 2 Juni 2026 16:00
Pasca Yadnya Kasada, Tim Gabungan Kumpulkan 2 Ton Sampah di Kawasan Gunung Bromo
Tim gabungan TNI-Polri, TNBTS dan pelaku wisata gotong royong membersihkan lautan pasir dan kawasan pura luhur poten, Selasa (2/6/2026). (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Sehari setelah puncak perayaan Yadnya Kasada 1948 Saka atau 2026 Masehi yang dipadati ribuan umat Hindu Tengger dan wisatawan, kawasan Gunung Bromo dibersihkan oleh tim gabungan dari berbagai unsur. Hasilnya, lebih dari 2 ton sampah berhasil dikumpulkan dari kawasan kaldera atau lautan pasir Bromo hingga sekitar Pura Luhur Poten, Selasa (2/6/2026).

Aksi bersih-bersih ini melibatkan personel Polres Probolinggo, TNI, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), masyarakat sekitar, hingga paguyuban pelaku jasa wisata. Mereka menyisir area yang menjadi pusat kegiatan ritual Kasada dan jalur utama wisatawan.

Kegiatan dimulai dari pintu masuk wisata Bromo di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Selanjutnya petugas bergerak menuju lautan pasir dan area sekitar Pura Luhur Poten.

Di sepanjang jalur menuju kaldera, petugas masih menemukan banyak sampah plastik bekas makanan dan minuman yang berserakan. Selain itu, terdapat pula tumpukan sisa perapian yang ditinggalkan pengunjung usai mengikuti rangkaian perayaan Kasada.

Kapolsek Sukapura, AKP Ardhi Bitakumala, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian kawasan wisata Gunung Bromo yang menjadi ikon pariwisata nasional.

“Setelah pelaksanaan Yadnya Kasada, kami bersama unsur TNI, BB TNBTS, masyarakat dan pelaku wisata melaksanakan kerja bakti membersihkan kawasan Bromo. Tujuannya agar kawasan wisata ini kembali bersih dan nyaman untuk dikunjungi,” kata Ardhi.

Menurutnya, tingginya jumlah pengunjung saat perayaan Kasada berdampak pada meningkatnya volume sampah yang harus segera ditangani.

“Kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan harus terus ditingkatkan. Jangan sampai sampah yang ditinggalkan justru merusak keindahan alam Bromo yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat,” ujarnya.

Ardhi menambahkan, proses pembersihan berlangsung selama kurang lebih empat jam. Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian diangkut menggunakan dua truk dan tiga kendaraan pikap.

“Total sampah yang terkumpul mencapai lebih dari 4 ton. Semua sampah kami kumpulkan dan diangkut untuk ditangani lebih lanjut,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Rudijanta Cjahja Nugraha, mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam menjaga kebersihan kawasan konservasi tersebut.

“Bersih-bersih ini dilakukan bersama masyarakat sekitar, pelaku wisata, TNI dan Polri. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan menjadi tanggung jawab bersama,” kata Rudijanta.

Ia menjelaskan, sampah yang telah terkumpul selanjutnya akan dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA) agar dapat dikelola sesuai prosedur.

“Biasanya seluruh sampah yang terkumpul akan kami kirim ke TPA. Yang terpenting, setelah kegiatan ini kawasan Bromo kembali bersih dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat yang beribadah,” jelasnya.

Rudijanta berharap momentum pasca-Kasada menjadi pengingat bagi seluruh pengunjung agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Bromo adalah kawasan konservasi sekaligus destinasi wisata dunia. Menjaga kebersihannya bukan hanya tugas petugas, tetapi juga tanggung jawab setiap orang yang datang ke sini,” tegasnya.

Ia juga mengajak wisatawan untuk mulai membiasakan membawa kembali sampah yang dihasilkan selama berwisata.

“Kalau semua pengunjung disiplin tidak membuang sampah sembarangan, kawasan Bromo akan tetap lestari dan bisa terus dinikmati oleh generasi mendatang,” pungkasnya.

Dengan kembali bersihnya lautan pasir dan kawasan Pura Luhur Poten, aktivitas wisata di Gunung Bromo diharapkan dapat berjalan normal kembali. Pemerintah dan pengelola kawasan pun terus mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan agar pesona Bromo tetap terjaga sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.