Menu
Pencarian

Pasca Siswa Diduga Keracunan MBG, Satgas MBG Bangkalan Stop ementara Operasional SPPG Kokop Dupok

JTV Madura - Senin, 8 Juni 2026 13:11
Pasca Siswa Diduga Keracunan MBG, Satgas MBG Bangkalan Stop ementara Operasional SPPG Kokop Dupok
Satgas MBG Kabupaten Bangkalan, Bambang Mustika. (Foto: Moch. Sahid).

BANGKALAN - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kokop Dupok selama satu bulan menyusul dugaan keracunan yang dialami puluhan penerima manfaat program MBG di Kecamatan Kokop.

Keputusan tersebut diambil setelah 86 penerima manfaat, mayoritas siswa, menjalani perawatan di Puskesmas Kokop akibat mengalami gejala seperti pusing, mual, dan muntah usai menyantap menu MBG yang didistribusikan pada Kamis (4/6/2026).

Satgas MBG Kabupaten Bangkalan, Budi Mustika mengatakan Satgas MBG bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

"Kami sudah mengabil sampel makanan yang dibagikan ke siswa dan dari dapur MBG untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Budi Mustika

Selama proses investigasi berlangsung, kata Budi, SPPG Kokop Dupok dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan dan penelusuran selesai.

"Kami menghentikan sementara SPPG Kokop Dhupok selama satu bulan sambil menunggu hasil tracing untuk mencari penyebabnya," ucapnya. 

Menurut Bambang Budi Mustika, penghentian sementara dilakukan sebagai langkah antisipatif sembari menunggu hasil tracing dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah dikirim.

"Kalau uji laboratorium keluar dan nanti kita padukan dengan hasil tracing. Terkait hasilnya, kami akan serahkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) begitupun dengan keberlanjutan dapur MBG tersebut," katanya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bangkalan, dr. Wiwid Mayasari mengatakan bahwa hasil sementara tracing dan penyeledikan epidemiologi yang dilakukan Dinkes Bangkalan menunjukkan bahwa dari 2.445 responden atau penerima manfaat yang diperiksa, sebanyak 975 orang dilaporkan mengalami gejala setelah mengonsumsi menu MBG tersebut.

"Kami belum menganalisis karena data terus begerak. Per Minggu 7 Juni 2026, ada 2.445 responden yang sudah kami tracing dan terdapat 975 responden yang bergejala dari 3725 penerima manfaat dari dapur tersebut," kata Wiwid. 

Ia menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan. Namun, dugaan sementara dari hadil tracing berasal dari olahan ayam. 

"Hasil tracing dugaan sementara dari olahan ayam tetapi terkait kepastiannnya nanti kami akan merilis secara resmi setelah hasil uji laboratorium keluar," (Moch. Sahid).

Editor : JTV Madura






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.