JAKARTA - Pembukaan Audisi Umum PB Djarum 2026 menjadi angin segar sekaligus panggung mimpi bagi ribuan pebulutangkis usia dini di Indonesia. Namun, ada satu nama yang kini menjadi sorotan dan simbol keberhasilan dari sistem rekrutmen ini, yaitu Jolin Angelia.
Jolin, yang merupakan alumnus Audisi Umum PB Djarum 2018 di Pekanbaru, resmi dinyatakan menembus Pelatnas PBSI pada tahun ini. Kisah sukses Jolin menjadi bukti nyata bahwa jembatan prestasi dari pelosok daerah menuju panggung dunia bukanlah hal yang mustahil.
"Menurut saya, audisi ini adalah kesempatan besar untuk memulai perjalanan sebagai atlet bulutangkis. Jadi persiapkan diri sebaik mungkin, latihan yang intensif, dan tunjukkan kemampuan terbaik saat di lapangan. Jangan mudah menyerah kalau belum berhasil bergabung, karena proses setiap orang berbeda," ujar Jolin menyemangati para calon juniornya.
Misi Menjaga Mata Rantai Pembinaan
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto, menuturkan bahwa esensi utama dari audisi yang digelar rutin setiap tahun ini adalah demi menjaga kesinambungan mata rantai pembinaan atlet agar tidak terputus. Keberhasilan atlet seperti Jolin yang naik kelas ke Pelatnas harus segera diiringi dengan penemuan bibit-bibit baru.
"Kami berharap melalui audisi ini dapat menemukan bibit-bibit unggul yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga memiliki karakter unik dalam bermain serta mental juara. Kombinasi tersebut penting untuk membentuk atlet dengan kualitas super yang mampu bersaing di level tertinggi," jelas Juara Dunia 1997 tersebut.
Menjemput Bakat di Tiga Kota
Demi mempermudah estafet prestasi ini, Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali memperluas wilayah perburuannya ke tiga kota strategis di Indonesia agar talenta daerah tidak terkendala jarak untuk unjuk gigi:
- Pekanbaru (Riau): 7–12 Juli 2026 di GOR Angkasa, Kecamatan Payung Sekaki.
- Makassar (Sulawesi Selatan): 4–9 Agustus 2026 di GOR Dafest, Kecamatan Biringkanaya.
- Kudus (Jawa Tengah): 8–13 September 2026 di GOR Djarum, Kecamatan Jati.
Pencarian "the next Jolin Angelia" ini akan menyasar tiga kelompok usia, baik putra maupun putri, yaitu U-11 (kelahiran 2016–2018), KU 11 (kelahiran 2015), dan KU 12 (kelahiran 2014).
Dipantau Langsung Tim Pemandu Bakat Legendaris
Proses seleksi tahun ini dipastikan semakin berbobot dengan keterlibatan legenda bulutangkis Hendrawan sebagai Koordinator Atlet Putri dan Leonard Holvy de Pauw sebagai Koordinator Atlet Putra. Hendrawan, yang baru pertama kali terlibat langsung dalam audisi sejak bergabung sebagai Technical Advisor PB Djarum, mengaku sangat antusias menyambut peran barunya ini.
"Audisi ini adalah salah satu cara untuk menjemput bakat dan membuka peluang lebih luas bagi bibit-bibit baru. Apalagi tahun ini digelar di tiga kota, ini menjadi kesempatan besar bagi pemain di daerah yang mungkin sebelumnya kesulitan menjangkau Kudus," ungkap Hendrawan.
Rangkaian seleksi akan dimulai dari tahap screening dengan sistem gugur satu gim hingga poin ke-21. Peserta yang berhasil meraih Super Tiket di Pekanbaru, Makassar, dan Kudus akan melaju ke tahap karantina intensif selama empat minggu sebelum akhirnya resmi bergabung dengan PB Djarum dan menerima Djarum Beasiswa Bulutangkis.
Pendaftaran resmi secara daring telah dibuka dan bisa diakses melalui laman https://pbdjarum.org/klub/beasiswa-bulutangkis hingga 1 September 2026. (*)
Editor : Iwan Iwe



















