KOTA MALANG - Suasana tegang dan menguras emosi usai laga perdana putaran 32 besar Liga 4 Jawa Timur antara Persema Malang melawan Perseta Tulungagung belum sepenuhnya reda. Namun, manajemen tim bledek biru tak punya banyak waktu untuk berlarut. Mereka langsung bergerak cepat untuk memastikan target awal, yaitu mengumpulkan 5 poin hingga akhir putaran grup, dapat tercapai.
Hanya tersisa dua laga sisa di grup AA, menghadapi Hizbul Wathan Fc pada Rabu (7/1) dan melawan Persedikab kebupaten kediri pada Jumat (9/1). Tekanan untuk lolos ke 16 besar kini semakin nyata.

Asisten Manajer Bidang Legal dan Humas Persema Malang, Alie Zainal, mengaku tim sedang dalam situasi now or never. "Ya, tentu dari manajemen berharap kita bisa mendapatkan poin penuh di hari Rabu, dan sekurang-kurangnya menahan imbang Persedikab di hari Jumat. Sehingga target untuk lolos ke putaran 16 besar bisa tercapai," ujar Alie saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, "Itu harapan dari kita, semoga bisa direalisasikan sama anak-anak."
Menghadapi dua laga krusial ini, Alie Zainal secara khusus menyampaikan permohonan dukungan kepada publik Malang. Ia berharap suporter dapat menjadi kekuatan tambahan bagi tim.
"Kami juga ingin meminta dukungan penuh dari seluruh publik Kota Malang. Semoga dukungan dan doanya bisa mengiringi langkah anak-anak di dua laga sisa ini. Dengan semangat suporter dari tribun, kami yakin tim bisa lebih termotivasi untuk bermain maksimal dan meraih hasil terbaik," seru Alie.

Lantas, dari mana optimisme itu diambil, mengingat waktu persiapan yang terbatas? Alie menjelaskan dengan bijak, "Ya tentu memang satu sisi kita optimis, di sisi yang lain juga kita harus realistis. Kita memiliki waktu yang tidak cukup banyak untuk menata tim ini. Namun, kita tetap optimis bisa sesuai target, maju ke 16 besar."
Pondasi optimisme itu, menurutnya, bersumber dari semangat tak kenal lelah para pemain di laga pertama. "Tentu dengan perjuangan anak-anak yang seperti kemarin, sampai benar-benar dari keringat terakhirnya sampai habis nafasnya tetap berjuang buat Persema. Harapan kita, besok dan di pertandingan Jumat, anak-anak bisa lebih semangat lagi dan lebih padu, bisa dapat hasil yang maksimal."
Laga kontra Perseta yang panas menjadi pelajaran berharga bagi tim. Pengelolaan emosi dinilai sebagai faktor krusial yang harus segera dibenahi. Alie Zainal mengakui hal tersebut sebagai pembelajaran penting.
"Pasca pertandingan yang menguras emosi, itu jadi pembelajaran buat kita juga. Bagaimana aspek emosi itu penting di dalam pertandingan. Anak-anak lagi berantakan di momen-momen yang menentukan," paparnya.
"Ke depan, kita berharap anak-anak bisa memanajemen emosinya supaya bisa lebih fokus kepada hal-hal teknis di lapangan. Harapannya kalau sudah fokus kepada permainan, kita bisa dapat hasil yang kita harapkan," pungkasnya
Dengan semangat juang tinggi, komitmen untuk memperbaiki kesalahan, dan dukungan penuh dari publik Malang, Persema Malang kini memusatkan seluruh energi untuk dua final mini di grup mereka. Perjalanan menuju 16 besar Liga 4 Jawa Timur masih terbuka, dan Tim Bledeg Biru bertekad meraihnya dengan catatan permainan yang lebih baik dan kepala yang lebih dingin.(Ams)
Editor : JTV Malang



















