SURABAYA - Pasar takjil di kawasan Karangmenjangan, Surabaya, selalu menjadi magnet warga setiap sore selama bulan Ramadan. Deretan lapak yang menjajakan aneka makanan dan minuman berbuka puasa memadati sisi jalan, menghadirkan suasana ramai dan semarak menjelang azan Magrib.
Mulai dari kolak, es buah, gorengan, jajanan tradisional, hingga menu kekinian, semuanya ludes diburu pembeli yang datang silih berganti. Pantauan di lokasi menunjukkan suasana yang sangat padat. Para pembeli terlihat berdesakan memilih menu, sementara pedagang sibuk melayani antrean yang tak kunjung putus.
Keramaian bahkan sudah terlihat sejak pukul 15.00 WIB, dengan pengunjung yang datang untuk sekadar ngabuburit maupun membeli lauk pauk untuk dibawa pulang.
Viral di Media Sosial: "Rame Pol!"
Baca Juga : 7 Ide Ngabuburit Ala Gen Z: Seru, Santai, dan Tetap Positif
Antusiasme masyarakat juga tercermin dari berbagai komentar warganet di media sosial. Salah satu pengguna TikTok mengaku terkejut dengan kepadatan pengunjung saat berkunjung ke pasar takjil legendaris tersebut.
“Kemarin aku ke sana, buset nggak expect ramenya serame itu. Energi aku sama temenku sampai habis,” tulis seorang warganet di kolom komentar.
Komentar lain juga menyebut bahwa kepadatan pengunjung menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat. “Rame pol, ngalah-ngalahi Kodam sampai macet,” tulis warganet lainnya, membandingkan keramaian tersebut dengan pasar malam di kawasan Kodam V Brawijaya.
Baca Juga : Ngabuburit Ala Warga Dawuhan, Terbangkan Layangan Sowangan Berukuran Besar
Penggerak Ekonomi dan Ruang Temu Mahasiswa
Tak hanya menjadi tempat berburu takjil, pasar ini juga menjadi penggerak roda ekonomi warga sekitar. Harga yang relatif terjangkau menjadi alasan utama masyarakat memilih berbelanja di Karangmenjangan.
Selain warga setempat, mahasiswa dan pekerja di sekitar kawasan kampus turut meramaikan suasana. Lokasinya yang strategis menjadikan kawasan ini sebagai ruang temu sosial yang khas setiap Ramadan.
Baca Juga : Ngabuburit Dengan Ngaji On The Road di Alun-Alun Lumajang
"Ini rame banget dan seru, karena ini pengalaman pertama saya," ujar Ica, seorang mahasiswa perantauan asal Kalimantan. Ia mengaku sangat terbantu dengan banyaknya pilihan makanan yang tersedia di satu lokasi, sehingga tidak perlu berpindah tempat untuk mencari menu berbuka.
Dengan tingginya antusiasme ini, pasar takjil Karangmenjangan diperkirakan akan terus dipadati pengunjung sepanjang bulan suci, terutama menjelang akhir pekan ketika jumlah pembeli biasanya melonjak drastis. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















