LUMAJANG - Pasar murah Ramadan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang di kawasan alun-alun setempat disambut antusias oleh warga. Kegiatan ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok hingga produk UMKM dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, dengan selisih mencapai Rp5.000.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemkab Lumajang berupaya memfasilitasi kebutuhan warga dengan menyediakan beras, gula, telur, bumbu dapur, hingga sayur-mayur. Tak hanya bahan pokok, aneka kue kering dan produk UMKM lokal juga turut meramaikan stan penjualan sebagai bagian dari promosi produk unggulan daerah.
Pasar murah ini bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat selama bulan suci. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan laju inflasi daerah selama bulan puasa.
Harga Pokok Langsung dari Produsen
Baca Juga : Sopir Truk Pasir Positif Narkoba
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menjelaskan bahwa kegiatan rutin tahunan ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk mengakomodasi kebutuhan rumah tangga.
“Tiap tahun diadakan Pemkab untuk mengakomodasi dan menyediakan barang-barang murah kebutuhan rumah tangga, terutama bagi ibu-ibu. Ada sayur dan sembako lengkap, mulai dari telur, cabai, beras, minyak, hingga gula. Semuanya dijual di bawah harga pasar karena di sini mereka menjual dengan harga pokok. Pasar murah ini berlangsung selama satu minggu,” ujar Indah Amperawati.
Rendahnya harga di pasar murah ini dimungkinkan karena para pedagang yang terlibat mendapatkan barang langsung dari produsen atau petani. Selisih harga berkisar antara Rp500 hingga Rp5.000 dibandingkan harga pasar pada umumnya.
Baca Juga : Detik-detik Polisi Tangkap 5 Terduga Pencuri Sapi
Antusiasme Pedagang dan Pembeli
Iswantoro, salah satu pedagang sembako, mengakui bahwa memotong rantai distribusi menjadi kunci murahnya harga di stan miliknya. “Kenapa bisa murah? Karena ini langsung ambil dari petaninya. Selisih dengan harga pasar ada yang sampai Rp3.000 hingga Rp4.000, tergantung jenis barangnya. Untuk hari pertama ini, minat pembeli sangat tinggi,” ungkapnya.
Manfaat pasar murah ini dirasakan langsung oleh Siti Soimah, salah satu pengunjung. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya potongan harga yang signifikan. “Saya beli keripik untuk buka puasa, harganya cuma Rp15.000. Kalau di pasar bisa sampai Rp20.000. Alhamdulillah, senang sekali ada pasar Ramadan ini,” tuturnya.
Baca Juga : Ramadan Kreatif, Ngopi Ala Coffee Shop Di Mushola
Pasar murah Ramadan ini akan digelar hingga tujuh hari ke depan. Pemerintah berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sehingga dapat merayakan Ramadan dan Idulfitri dengan lebih tenang. (Sani Akbar)
Editor : Iwan Iwe



















