MADIUN - Memasuki Ramadan 2026, suasana Pasar Besar Madiun di Kota Madiun mulai ramai dipadati warga yang berburu kebutuhan pelengkap menu berbuka puasa. Sejak pagi hari, lapak pedagang bahan takjil diserbu pembeli yang ingin menyiapkan hidangan segar untuk keluarga.
Beragam bahan takjil seperti janggelan atau cincau hitam, cendol, mutiara, jeli, sirup, hingga tape ketan hitam laris manis. Warna-warni bahan minuman segar ini menambah semarak suasana pasar. Tidak hanya untuk konsumsi pribadi, sejumlah warga juga membeli dalam jumlah besar untuk diolah kembali menjadi dawet, es campur, dan aneka takjil untuk dijual menjelang waktu berbuka.
Permintaan meningkat signifikan sejak hari pertama Ramadan. Meski peminat melonjak, harga bahan takjil terpantau masih terjangkau dan belum mengalami kenaikan. Pasokan dari distributor disebut masih lancar sehingga stok di pasar tetap aman.
“Saya beli dawet, tape, santan, dan jajanan lainnya untuk berjualan takjil sekaligus buka puasa sendiri. Alhamdulillah, harganya stabil meski terkadang ada yang naik sedikit. Peminatnya cukup banyak, apalagi saya jualan di depan rumah,” ujar Yuni, salah seorang pembeli.
Baca Juga : Makna Biqolbin Salim, KH Imam Hambali Ingatkan Bahaya Iri dan Dengki dalam Kehidupan
Hal senada diungkapkan Alfi, pembeli lainnya yang rutin berbelanja untuk kebutuhan dagang. “Saya membeli bahan untuk es campur dan kolak. Memang saya berjualan setiap hari, tapi karena Ramadan, menunya saya buat lebih lengkap,” tuturnya.
Adapun rincian harga di pasar saat ini: janggelan dijual sekitar Rp6.000 per bungkus, cendol Rp5.000, mutiara Rp9.000, jeli Rp5.000 per potong, sirup Rp22.500 per botol, serta tape ketan hitam Rp5.000 per bungkus. Harga tersebut dinilai masih ramah di kantong masyarakat, terutama pada awal bulan puasa.
Intan, pengunjung lainnya, memilih berkreasi dengan menu takjil sehat. “Saya beli dawet, telur, dan jeli. Rencananya mau buat dawet nonsantan agar lebih sehat untuk stok di rumah,” katanya.
Baca Juga : KH Imam Chambali: Perbedaan Golongan Bukan Alasan untuk Saling Menyalahkan
Warga berharap kestabilan harga ini dapat bertahan hingga akhir Ramadan 2026. Bagi masyarakat, menu berbuka yang segar dan manis menjadi pelengkap momen kebersamaan setelah sehari penuh menjalankan ibadah puasa. Suasana ramai di Pasar Besar Madiun pun menjadi tanda awal semarak Ramadan tahun ini. (Sani Akbar)
Editor : Iwan Iwe



















