Menu
Pencarian

Pakar Geologi Sebut Banyu Anget Jadi Penanda Patahan Aktif Grindulu Pacitan

JTV Pacitan - Senin, 22 Juni 2026 11:22
Pakar Geologi Sebut Banyu Anget Jadi Penanda Patahan Aktif Grindulu Pacitan
Pakar geologi menyebut keberadaan banyu anget jadi salah satu bukti adanya patahan aktif Grindulu Pacitan. (Foto:Edwin Adji)

PACITAN - Sumber air hangat di kawasan wisata Banyu Anget, Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, disebut menjadi salah satu bukti aktivitas sistem patahan yang membentang di wilayah Pacitan. Keberadaannya bukan dipicu oleh aktivitas gunung api sebagaimana anggapan yang berkembang di masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prof. Eko Teguh Paripurno, pakar manajemen bencana dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, saat kuliah lapangan Program Studi Magister Manajemen Bencana di kawasan Banyu Anget, Senin (22/6).

Menurut Eko, panas yang muncul pada mata air tersebut berasal dari zona patahan yang mengalami tekanan geologi. Air yang mengalir melalui rekahan batuan menyerap panas dari dalam bumi sebelum akhirnya muncul ke permukaan sebagai sumber air hangat.

“Di dunia ini ekspresi air panas umumnya ada dua. Pertama karena aktivitas magma, kedua karena air mengalir pada zona patahan yang mengalami tekanan tertentu hingga menghasilkan panas. Untuk Pacitan, indikasinya lebih kuat berasal dari patahan, bukan dari aktivitas vulkanik,” katanya.

Baca Juga :   SPPG Krajan Mejayan dan Simo Balerejo Gelar Edukasi Proteksi Kebakaran, Ratusan Karyawan ikut simulasi APAR

Ia menegaskan bahwa secara geologi Pacitan tidak berada pada jalur gunung api aktif. Karena itu, keberadaan sumber air hangat lebih logis dikaitkan dengan aktivitas sesar atau patahan yang berkembang di wilayah tersebut.

Pacitan bukan busur vulkanik aktif. Jadi kalau ditemukan air hangat, peluang terbesar penyebabnya adalah patahan. Ini berbeda dengan daerah-daerah yang memang memiliki gunung api aktif,” imbuhnya.

Fenomena serupa, lanjut Eko, tidak hanya ditemukan di Banyu Anget Karangrejo. Titik mata air hangat juga ditemukan di wilayah Desa Purworejo yang berjarak beberapa kilometer dari lokasi tersebut.

Baca Juga :   Bareng Pak Ribut Guru Viral, Tim BPBD Jatim Berikan Edukasi ke Siswa SDN 01 Pagowan Lumajang

Temuan itu dinilai semakin memperkuat dugaan bahwa lokasi-lokasi tersebut berada dalam satu sistem geologi yang saling terhubung. “Kalau ada beberapa titik air hangat yang tersebar dalam satu kawasan, kecenderungannya memang berhubungan dengan sistem patahan yang sama. Tinggal dipetakan apakah berada pada satu jalur atau pada cabang-cabang patahan yang saling berkaitan,” jelasnya.

Eko menyebut sistem patahan yang paling dominan di Pacitan adalah Patahan Grindulu. Menurutnya, kemunculan sumber-sumber air hangat di sejumlah lokasi menjadi petunjuk bahwa patahan tersebut masih menunjukkan aktivitas geologi.

“Posisi mata air hangat itu menjadi penegas bahwa Patahan Grindulu memang aktif. Aktivitasnya kemudian terdistribusi ke patahan-patahan turunannya yang tersebar di beberapa wilayah,” tegasnya.

Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak memandang keberadaan patahan aktif sebagai ancaman semata. Fenomena tersebut justru dapat menjadi potensi yang bermanfaat, baik untuk pengembangan wisata maupun pemanfaatan energi panas bumi skala kecil.

“Jangan langsung takut karena ada patahan. Air hangat ini justru sebuah berkah yang menunjukkan adanya potensi panas bumi. Yang penting adalah memahami risikonya dan menyesuaikan pembangunan dengan kondisi geologi yang ada,” terangnya.

Menurut Eko, masyarakat yang tinggal di kawasan patahan harus menerapkan prinsip hidup berdampingan dengan risiko. Bangunan perlu dirancang sesuai standar ketahanan gempa, sementara tata ruang harus mempertimbangkan kondisi geologi setempat. “Risiko itu tidak untuk ditakuti, tetapi untuk dikelola. Kita tidak bisa menghilangkan patahan, tetapi kita bisa mengurangi dampaknya melalui mitigasi yang baik,” pungkasnya. (Edwin Adji)

Editor : JTV Pacitan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.