TRENGGALEK - Suasana khidmat menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Ratusan warga dari berbagai lapisan usia, mulai dari orang tua, remaja, hingga anak-anak, tampak berkumpul mengikuti rangkaian ritual Nyekar Bareng.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Sepanjang acara, seluruh peserta terlihat khusyuk berdoa, menjadikan momen ini sebagai persiapan batin menyambut datangnya bulan penuh ampunan.
Meski tradisi nyekar telah lama mengakar di masyarakat, inovasi dilakukan dalam tiga tahun terakhir. Pemerintah Desa Karanganom bersama warganya mengemas kegiatan ini secara kolektif. Tujuannya agar pelaksanaan lebih terkoordinasi dan dapat mempererat tali silaturahmi antar tetangga.
"Kami ingin tradisi ini tidak sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi simpul penguat kebersamaan. Dengan dilakukan bareng-bareng, rasa kekeluargaan antarwarga semakin erat," ujar Muhammad Mahfur, dari Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Pemdes Karanganom.
Baca Juga : Bencana Tanah Gerak Melanda Desa Ngrandu, Suruh, Trenggalek, Kian Parah
Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menghormati jasa para leluhur. "Anak-anak muda kami libatkan agar mereka mengenal dan mencintai tradisi warisan orang tua dahulu," tambah Mahfur.
Rangkaian Nyekar Bareng ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh empat tokoh agama setempat. Doa tersebut dipanjatkan agar seluruh warga diberikan ketenangan batin dan kekuatan lahir batin dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.(Mochammad Herlambang)
Editor : JTV Kediri



















