KEDIRI - Kesabaran panjang berbuah manis. Marsiyah, 104, warga Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, menjadi calon jemaah haji tertua tahun ini. Ia akan berangkat ke Tanah Suci setelah menabung selama sekitar 50 tahun sejak usia muda.
Di rumah sederhananya, Marsiyah rutin berlatih berjalan setiap pagi dengan bantuan tongkat. Latihan itu dilakukannya untuk menjaga kebugaran jelang keberangkatan haji 2026.
Perempuan yang berprofesi sebagai penjual jenang di pasar itu mulai menabung sejak puluhan tahun lalu. Dari penghasilannya, ia menyisihkan uang sekitar Rp 500 setiap hari pada masa itu. Tabungan tersebut disimpan dalam kaleng dan diletakkan di bawah tempat tidur.
“Sedikit demi sedikit saya kumpulkan, niatnya memang ingin ke Tanah Suci,” ujar Marsiyah.
Baca Juga : Bandara Dhoho Kediri Siagakan Posko Angkutan Lebaran 2026, Penumpang Naik 55 Persen
Perjuangannya membuahkan hasil. Pada 2021, Marsiyah resmi mendaftar haji bersama putri keduanya, Mu’idah. Tahun ini, keduanya dijadwalkan berangkat bersama.
Mu’idah mengaku sempat khawatir dengan kondisi kesehatan ibunya. Marsiyah bahkan pernah dinyatakan belum layak berangkat oleh petugas puskesmas karena faktor usia dan kebugaran.
Namun semangat Marsiyah tak surut. Ia terus berlatih fisik, menjaga pola makan, serta rutin mengonsumsi vitamin hingga akhirnya dinyatakan layak berangkat.
Baca Juga : Tabuh Beduk Usai Tarawih di Kediri, Cara Kreatif Ajak Generasi Muda ke Masjid
“Sekarang sudah dinyatakan sehat dan siap berangkat,” kata Mu’idah.
Rencananya, Marsiyah akan berangkat menuju Embarkasi Surabaya pada 20 Mei mendatang. (M. Zainurofi)
Editor : JTV Kediri



















