NGAWI - Setelah bertahun-tahun menabung dari hasil usaha tani, seorang lansia asal Kabupaten Ngawi akhirnya berkesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini. Namun, rencana berangkat bersama suami tidak terwujud setelah sang suami meninggal dunia. Keberangkatannya kini akan didampingi oleh salah satu anaknya.
Suratmi (87), warga Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, menjadi salah satu jemaah calon haji yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Di usianya yang tidak lagi muda, ia tetap bersemangat mempersiapkan berbagai kebutuhan perjalanan ibadahnya.
Ia mengaku mulai mendaftar haji pada tahun 2018 bersama suaminya menggunakan tabungan dari hasil pertanian. Namun, takdir berkata lain, sang suami lebih dulu berpulang sebelum impian tersebut terwujud.
Sebagai pendamping, salah satu anak Suratmi akan turut mendampinginya selama menjalankan ibadah haji.
Baca Juga : Tabrak Pemotor, Minibus Terguling di Ngawi, Satu Korban Meninggal Dunia
Dalam proses persiapan, Suratmi sempat mengalami musibah kecelakaan akibat tertabrak sepeda motor. Insiden tersebut menyebabkan kondisi kesehatannya menurun dan mengalami cedera pada bagian kaki, sehingga ia tidak dapat mengikuti beberapa kegiatan manasik haji.
Meski demikian, semangatnya tidak surut. Suratmi tetap mempersiapkan kebutuhan, mulai dari pakaian hingga barang bawaan yang telah disusun rapi di dalam koper.
“Saya tetap berusaha siap berangkat, meskipun kondisi kesehatan sempat menurun. Semoga diberi kelancaran sampai di Tanah Suci,” ujar Suratmi.
Baca Juga : Kejari Ngawi Musnahkan Barang Bukti dari 41 Perkara, Didominasi Kasus Pil Koplo
Berdasarkan data Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, Suratmi tercatat sebagai jemaah calon haji tertua tahun ini dengan usia 87 tahun.
Sesuai jadwal, para jemaah calon haji asal Ngawi akan diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo pada 27 April mendatang sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Editor : JTV Madiun



















