Menu
Pencarian


Musim Kemarau Panjang, PMI Ponorogo Mulai Dropping Air Bersih ke Daerah Terdampak

JTV Madiun - Selasa, 4 Agustus 2026 15:13
Musim Kemarau Panjang, PMI Ponorogo Mulai Dropping Air Bersih ke Daerah Terdampak
Musim Kemarau Panjang, PMI Ponorogo Mulai Dropping Air Bersih ke Daerah Terdampak

PONOROGO - Memasuki musim kemarau, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Dropping perdana dilakukan di Dukuh Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, yang menjadi salah satu wilayah pertama mengalami krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini.

PMI Kabupaten Ponorogo mengerahkan satu unit truk tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang kesulitan memperoleh pasokan air akibat menurunnya debit sumber air.

Ketua PMI Kabupaten Ponorogo, Luhur Karsanto, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian PMI terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Menurutnya, langkah ini juga sebagai upaya mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Kami mulai melakukan dropping air bersih sebagai bentuk komitmen PMI dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih lama, sehingga kami menyiapkan langkah antisipasi sejak dini," ujar Luhur Karsanto.

Baca Juga :   Produksi Batu Bata Meningkat Saat Kemarau, Pengrajin Madiun Keluhkan Sulitnya Tanah

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo mencatat sedikitnya 153 jiwa di Dukuh Bungur saat ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ponorogo, Agung Prasetya, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah tersebut sejak sepekan terakhir dan akan menyesuaikan intensitas distribusi dengan perkembangan kondisi di lapangan.

"Distribusi air bersih sudah kami lakukan sejak sekitar satu pekan terakhir. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, penyaluran akan terus kami tambah sesuai kondisi di lapangan," kata Agung Prasetya.

Baca Juga :   Musim Kemarau, Kawanan Kera Ekor Panjang Serbu Pasar dan Pemukiman di Ngebel

Hingga pekan pertama Agustus 2026, BPBD Ponorogo menyebut belum menerima laporan kekeringan dari wilayah lain. Meski demikian, sejumlah desa yang selama ini menjadi langganan kekeringan tetap dipantau secara intensif untuk mengantisipasi meluasnya dampak musim kemarau.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama PMI dan instansi terkait berkomitmen memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau, terutama bagi wilayah-wilayah yang rawan mengalami krisis air setiap tahunnya.

Editor : JTV Madiun






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.