Menu
Pencarian


Musim Kemarau, Jumlah Desa Terdampak Kekeringan di Ngawi Bertambah

JTV Madiun - Kamis, 6 Agustus 2026 16:05
Musim Kemarau, Jumlah Desa Terdampak Kekeringan di Ngawi Bertambah
Musim Kemarau, Jumlah Desa Terdampak Kekeringan di Ngawi Bertambah

NGAWI - Jumlah desa yang mengalami kekeringan hingga krisis air bersih di Kabupaten Ngawi terus bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat saat ini terdapat 8 desa di sejumlah kecamatan yang terdampak kekeringan dengan total 371 kepala keluarga (KK).

Sebelumnya, tercatat enam desa yang mengalami kesulitan air bersih. Keenam desa tersebut yakni Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin; Desa Ngancar dan Desa Cantel, Kecamatan Pitu; Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman; serta Desa Banyuurip dan Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi. Total warga terdampak sebelumnya mencapai 197 KK.

Kini, jumlah tersebut bertambah dua desa, yakni Desa Suruh dan Desa Bringin, Kecamatan Bringin, dengan tambahan sekitar 174 KK terdampak.

Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, mengatakan peningkatan jumlah desa terdampak membuat distribusi air bersih terus dilakukan. BPBD menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan air warga.

Baca Juga :   Banyak Daerah Kekeringan, Perlu Tambahan Tandon

Menurut Partoyo, hingga saat ini sedikitnya 8 tangki air bersih telah didistribusikan ke wilayah terdampak. Distribusi masih terus dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.

"Jumlah desa yang terdampak kekeringan saat ini menjadi delapan desa dengan total 371 KK. Untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih, BPBD terus melakukan distribusi menggunakan truk tangki kapasitas 5.000 liter," ujar Partoyo.

Kondisi kekeringan terjadi karena sejumlah sumber air warga mulai mengering seiring berlangsungnya musim kemarau. Warga di wilayah terdampak pun harus mengandalkan bantuan distribusi air bersih dari pemerintah.

Baca Juga :   Musim Kemarau, Jumlah Desa Terdampak Kekeringan di Ngawi Bertambah

Selain BPBD, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Ngawi juga melakukan penanganan untuk mengatasi dampak kekeringan. Distribusi air dilakukan sebagai langkah jangka pendek, sementara pemerintah juga menyiapkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebagai solusi jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten Ngawi memastikan penanganan kekeringan akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Distribusi air bersih akan ditingkatkan apabila jumlah wilayah maupun warga terdampak kembali bertambah.

Baca Juga :   Tergerus Zaman dan Musim Kemarau, Penambang Pasir Tradisional Makin Langka

Editor : JTV Madiun





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.