MADURA - Menindaklanjuti rapat koordinasi strategis sehari sebelumnya, tim gabungan PLN yang terdiri dari jajaran Kantor Pusat, Unit Induk, hingga Unit Pelaksana langsung bergerak menyisir sejumlah titik krusial infrastruktur kelistrikan di Pulau Madura, Jawa Timur pada 13–14 Agustus 2026.
Kunjungan lapangan (site visit) yang dipimpin langsung oleh Senior Manager Perencanaan PLN UID Jawa Timur, Imam Asrori ini dibagi menjadi beberapa kelompok kerja. Tim bergerak memantau keandalan Gardu Induk (GI) Sumenep, GI Guluk-Guluk, dan GI Pamekasan, serta GI Sampang dan GI Bangkalan. Selain itu, pengecekan intensif juga dilakukan terhadap sampling jalur transmisi SUTT 150 kV Bangkalan–Sampang.
Dari hasil peninjauan dan evaluasi di lapangan menunjukkan adanya sejumlah kondisi krusial terkait pasokan daya listrik di Pulau Madura. Sistem kelistrikan Madura yang masih bersifat radial dari Bangkalan hingga Sumenep saat ini menghadapi peningkatan beban listrik yang cukup signifikan.
Berdasarkan data, pembebanan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV jalur Bangkalan-Sampang telah menyentuh angka kritis 98,88 persen, dengan rekor beban sebesar 296,44 megawatt (MW) pada pertengahan Mei 2026. Sementara itu, pembebanan pada jalur Sampang-Pamekasan tercatat sebesar 63,71 persen, dengan rekor beban mencapai 191,14 MW pada awal Januari 2026.
Kondisi tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan listrik PLN UP3 Madura yang mencapai 7,5 persen, dengan jumlah pelanggan sebanyak 1.236.523. Selain itu, PLN memproyeksikan adanya potensi tambahan beban listrik baru sebesar 21 MW hingga akhir 2026.
Atas kondisi tersebut, PLN UID Jawa Timur mendorong beberapa langkah percepatan teknis. Di antaranya penambahan kapasitas jalur (rekonduktoring) SUTT 150 kV Bangkalan–Sampang dan Sampang–Pamekasan, serta pembangunan sistem melingkar (looping) SUTT 150 kV GI Bangkalan–GI Guluk-Guluk yang ditargetkan terealisasi pada tahun 2027. Selain itu, skema sewa PLTMG 30 MW di Sumenep diupayakan rampung pada tahun 2026 ini untuk menopang lonjakan kebutuhan daya.
Manager Perencanaan PLN UID Jawa Timur, Imam Asrori, menegaskan pentingnya peninjauan langsung ini agar setiap keputusan teknis yang diambil tepat sasaran.
"Mengisi Momen Kemerdekaan RI ini, kami turun langsung ke tapak untuk melihat kondisi riil di lapangan. Hasil evaluasi ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi dasar kami menentukan eksekusi jaringan,” kata Imam Asrori
Ia menambahkan percepatan rekonduktoring dan hadirnya pembangkit tambahan di Sumenep juga menjadi fokus prioritasnya agar sistem Madura lebih andal, tidak lagi mengandalkan pasokan tunggal yang riskan, sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat Madura tidak tertahan oleh kendala kelistrikan. (*/MH).
Editor : JTV Madura



















