Menu
Pencarian


Minta Hujan, Ratusan Siswa dan Guru MAN Surabaya Ikuti Salat Istisqa

Portaljtv.com - Jumat, 23 Oktober 2026 18:00
Minta Hujan, Ratusan Siswa dan Guru MAN Surabaya Ikuti Salat Istisqa
Ratusan siswa MAN Kota Surabaya mengikuti salat Istisqa di lapangan sekolah, Jumat (23/10/2026). (Foto: M. Rozi)

SURABAYA - Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya mengikuti salat Istisqa di lapangan sekolah, Jumat (23/10/2026) siang.

Salat diikuti seluruh siswa mulai kelas 10, 11 dan 12. Menariknya, salat dipimpin siswa bernama Sultan Nibras yang menjadi imam sekaligus khatib.

Sholat minta hujan itu digelar menyusul kemarau panjang yang belum juga beranjak. Seluruh warga sekolah diwajibkan hadir di lapangan, termasuk para siswa yang sedang berhalangan — guru dan staf mengikuti dari barisan belakang, memberi ruang penuh bagi para siswa untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah.

Kepala MAN Kota Surabaya, Drs. Fathorrahkman, M.Pd., mengatakan sholat istisqa ini bukan sekadar pembelajaran praktik ibadah bagi siswa.

"Di tengah kemarau yang cukup panjang, sholat ini adalah permohonan sungguh-sungguh kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang menyejukkan bumi," ujarnya.

Menurutnya, seluruh peran dalam kegiatan keagamaan itu memang sengaja dipegang para siswa — mulai imam, khotib, hingga takmir yang terlibat, sementara guru dan staf mendukung dari belakang. Harapannya, doa yang dipanjatkan dikabulkan, kemarau segera dicabut, dan hujan turun menyejukkan.

Dalam khutbahnya, Sultan Nibras mengingatkan jamaah bahwa sholat istisqa berkaitan erat dengan amalan umat itu sendiri.

"Belum turunnya hujan dalam ajaran Islam dikaitkan beberapa sebab. Diantaranya enggannya menunaikan zakat, maraknya kemaksiatan, kecurangan dalam jual beli, serta putusnya silaturahmi dan kezaliman. Karena itu sholat istisqa selalu diawali seruan bertaubat, memperbanyak istighfar, bersedekah, dan berdamai, sebagaimana firman Allah dalam Surat Nuh ayat 10–11 yang menautkan istighfar dengan turunnya hujan lebat," serunya dalam khutbahnya.

Sholat istisqa sendiri adalah sholat sunnah dua rakaat untuk memohon hujan di kala kekeringan, dikerjakan berjamaah di tanah lapang tanpa azan dan iqamah, dengan bacaan yang dikeraskan imam. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW keluar ke lapangan, menghadap kiblat, berdoa, membalik selendangnya — simbol harapan berubahnya keadaan dari kekeringan menuju keberkahan — lalu sholat dua rakaat.

Sholat istisqa di MAN Surabaya ini menjadi kelanjutan semangat Hari Santri yang baru diperingati sehari sebelumnya, saat para siswa madrasah yang sama memanjatkan doa keselamatan negeri di lapangan yang sama kali ini, doanya lebih spesifik: hujan. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.