Menu
Pencarian


Menjelang Panen Raya, Harga Bawang Merah di Probolinggo Anjlok

Farid Fahlevi - Senin, 20 Juli 2026 15:51
Menjelang Panen Raya, Harga Bawang Merah di Probolinggo Anjlok
Suasana di Pasar Bawang Merah Dringu, Kabupaten Probolinggo (foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Menjelang panen raya yang diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026, harga komoditas bawang merah di Sentra Pasar Bawang Merah Dringu, Kabupaten Probolinggo, mengalami penurunan tajam.

Saat ini harga bawang merah berkisar antara Rp14 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram. Angka ini turun drastis dibanding harga satu hingga dua bulan lalu yang sempat menembus lebih dari Rp50 ribu per kilogram.

Melimpahnya pasokan dari sejumlah daerah sentra produksi membuat harga komoditas tersebut terus tertekan. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga puncak panen raya usai.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (20/7/2026) pagi, aktivitas jual beli di pasar perdagangan bawang merah terbesar wilayah Tapal Kuda tersebut masih terpantau ramai. Pedagang dari berbagai daerah tetap memadati area pasar demi mendapatkan kualitas bawang terbaik.

Baca Juga :   Jembatan Kaca Bromo Probolinggo Siap dibuka Pada Libur Sekolah

Saat ini, bawang merah ukuran kecil hingga sedang dijual seharga Rp14 ribu hingga di bawah Rp20 ribu per kilogram. Sementara bawang merah kualitas super dipatok sekitar Rp26 ribu per kilogram, meski stoknya sangat terbatas dan kerap kosong di pasaran beberapa hari terakhir.

Seorang pedagang bawang merah, Hj. Siti Juhaningsih, mengungkapkan bahwa anjloknya harga dipicu oleh melimpahnya pasokan dari berbagai daerah penghasil yang mulai memasuki masa panen.

"Sekarang sejumlah daerah mulai panen, seperti Nganjuk, Brebes, Bima, termasuk Probolinggo. Barangnya melimpah sehingga harga ikut turun," ujar Hj. Siti Juhaningsih.

Baca Juga :   Truk Trailer Rem Blong Tabrak Antrean Kendaraan di Probolinggo, 4 Sekeluarga Tewas

Ia menambahkan bahwa penurunan harga telah berlangsung selama dua pekan terakhir dan didominasi oleh barang berukuran kecil hingga sedang.

"Rata-rata sekarang harganya di bawah Rp20 ribu per kilogram, terbanyak di kisaran Rp14 ribu. Sementara untuk kualitas super justru sulit didapat, hari ini bahkan kosong," tambahnya.

Meski harga jatuh drastis, kondisi ini justru dimanfaatkan oleh para pedagang besar untuk memborong stok guna dipasarkan kembali ke luar daerah. Pedagang lain, Agus Zainal Arifin, menyebut bawang merah asal Probolinggo tetap menjadi primadona karena aromanya yang kuat dan kualitasnya yang terjaga.

Baca Juga :   Longsor 20 Meter, Akses Air Terjun Madakaripura Putus Total

"Sekarang harganya turun jauh dari yang dulu sempat di atas Rp50 ribu per kilogram. Namun pembeli masih ramai karena stok di pasar melimpah," kata Agus.

Di sisi lain, anjloknya harga menjadi kabar buruk bagi para petani. Dengan tingginya biaya operasional produksi—mulai dari benih, pemupukan, hingga perawatan obat-obatan—harga jual saat ini dinilai belum mampu memberikan margin keuntungan yang layak.

Para pedagang memprediksi harga bawang merah masih akan cenderung melemah hingga panen raya Agustus mendatang, dan diperkirakan baru kembali merangkak naik menjelang akhir tahun 2026 saat pasokan mulai menipis.

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.