SURABAYA - Peluang kerja di luar negeri semakin terbuka lebar bagi generasi muda Indonesia, termasuk ke Jepang yang saat ini membutuhkan banyak tenaga kerja asing. Hal ini menjadi sorotan dalam program “Ruang Karir” yang tayang di JTV pada Rabu (25/03/26) mengangkat tema “Menembus Jepang, Menggenggam Masa Depan” bersama pendiri Nastya Global Corp (NGC) Education Center, Nastya Sekarhayu.
Nastya menjelaskan, lembaga yang ia dirikan pada tahun 2020 itu berfokus pada pendidikan bahasa Jepang sekaligus pembekalan budaya kerja untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia berkarier di Negeri Sakura. “Latar belakangnya karena saya pernah mendapatkan beasiswa di Jepang dan ingin mendukung anak-anak muda agar bisa memiliki karier yang lebih global,” ujarnya.
Peluang Kerja Jepang Kian Terbuka
Menurutnya, saat ini Jepang membuka peluang besar melalui program Specified Skilled Worker (SSW) atau Tokutei Ginou, yang memungkinkan tenaga kerja asing bekerja di berbagai sektor.
Baca Juga : Sukses Berwirausaha dari Rumah: Pelatihan Menjahit Sepatu BLK Jombang Jadi Incaran Warga
"Generasi muda sekarang wawasannya semakin terbuka. Mereka lebih realistis dan ingin mengembangkan karier dengan pengalaman internasional, salah satunya bekerja di Jepang," jelas Nastya.
Beberapa sektor yang paling banyak membutuhkan tenaga kerja Indonesia antara lain:
- Konstruksi bangunan
- Driver (pengemudi)
- Perawat lansia (caregiver)
Selain itu, sektor pengolahan makanan juga menjadi salah satu yang paling diminati peserta.
Baca Juga : Malam ini Ruang Karir JTV Hadirkan Info Peluang Kerja Sebagai Desainer Grafis
Sistem Pendidikan Intensif 5 Bulan
Di NGC Education Center, peserta menjalani program pendidikan intensif selama lima bulan dengan sistem boarding atau asrama. Pembelajaran berlangsung dari Senin hingga Jumat, mencakup:
“Target kami adalah peserta mencapai level N4, yaitu kemampuan dasar bahasa Jepang untuk komunikasi sehari-hari di tempat kerja,” ungkapnya.
Baca Juga : Malam ini Ruang Karir Bahas Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Solusi Bagi Gen Z
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta juga mendapatkan pendampingan hingga tahap job matching dan wawancara kerja. Secara umum, dalam waktu sekitar satu tahun, peserta sudah bisa bekerja di Jepang.
Bekal Mental dan Adaptasi Budaya
Tak hanya kemampuan bahasa, kesiapan mental menjadi faktor utama dalam seleksi peserta. “Kami mencari kandidat yang tidak mudah menyerah, mandiri, dan siap menghadapi perbedaan budaya serta tantangan kerja di luar negeri,” kata Nastya.
Baca Juga : JTV Hadirkan Ruang Karir, Bahas Peluang dan Tantangan Profesi Admin Media Sosial
Peserta juga dibekali pemahaman budaya kerja Jepang, termasuk konsep horenso (hokoku, renraku, soudan) yang menekankan pentingnya komunikasi, pelaporan, dan koordinasi dalam pekerjaan.
Legalitas dan Penempatan Aman
NGC memastikan seluruh proses penempatan kerja dilakukan secara legal melalui kerja sama dengan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) maupun lembaga resmi lainnya. “Jadi peserta tidak perlu khawatir, karena semua proses keberangkatan dilakukan sesuai aturan dan terpantau,” tegasnya.
Ratusan Alumni Terserap Kerja
Sejak berdiri, NGC telah meluluskan sekitar 500 peserta yang telah mengantongi sertifikasi bahasa Jepang dan keterampilan kerja. Bahkan, ada satu perusahaan di Jepang yang mempekerjakan hingga 50 lulusan dari lembaga tersebut.
Salah satu kisah yang berkesan adalah seorang peserta yang sebelumnya kehilangan motivasi kuliah, namun berhasil bangkit dan kini telah bekerja di Jepang selama satu tahun.
Pesan untuk Generasi Muda
Di akhir perbincangan, Nastya berpesan agar generasi muda memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan semangat untuk berkembang. “Kesuksesan itu berawal dari rasa ingin tahu terhadap hal-hal positif. Dan ketika bekerja di luar negeri, kita juga membawa nama baik Indonesia, jadi sikap dan tanggung jawab harus dijaga,” pesannya.
Dengan persiapan yang matang, mulai dari bahasa, keterampilan, hingga mental, peluang untuk menembus pasar kerja global, terutama Jepang, bukan lagi sekadar mimpi, melainkan masa depan yang bisa digenggam. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















