Menu
Pencarian


Mencoba Tantangan Baru, Kadindik Jatim Jadi Guru di SMA Negeri 4 Surabaya

Selvy Wang - Rabu, 23 September 2026 17:00
Mencoba Tantangan Baru, Kadindik Jatim Jadi Guru di SMA Negeri 4 Surabaya
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai saat mencoba mengajar di SMA Negeri 4 Surabaya pada Selasa (22/9/2026). (Foto: Dok Dindik Jatim)

SURABAYA - Suasana proses belajar mengajar di SMA Negeri 4 Surabaya, Jalan Prof. Dr. Moestopo, Selasa (22/9/2026), terasa berbeda.

Salah satu Guru yang mengajar adalah Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai. Ya. Orang nomor satu di dunia pendidikan Jawa Timur ini mencoba merasakan menjadi guru.

Dari pengalaman itu, Aries mengaku menjadi guru ternyata tidak mudah, terutama saat menghadapi siswa generasi Z yang sudah sangat dekat dengan teknologi.

Menurut Aries, guru harus mampu membuat siswa tertarik dengan materi yang disampaikan. Pembelajaran tidak cukup hanya mengandalkan teori, tetapi harus memiliki daya tarik agar siswa mudah memahami materi.

Baca Juga :   Kampanyekan Pelestarian Lingkungan, Dindik Inisiasi Zero Sampah Plastik di Sekolah

“Ternyata jadi guru itu tidak mudah seperti apa yang kita bayangkan. Karena kita berproses di dalam kelas bagaimana murid-murid kita bisa tertarik apa yang kita sampaikan dengan mata pelajaran yang diampu oleh guru tersebut dan tentu harus punya daya tarik yang berbeda,” jelas Aries.

Saat berdialog dengan siswa, Aries mendapat masukan bahwa mereka membutuhkan pembelajaran yang interaktif dan visual.

“Para siswa mengatakan bahwa mereka butuh pembelajaran yang interaktif karena mereka adalah generasi Gen Z yang visual’,” ungkapnya.

Selain itu, Aries juga menyampaikan kebutuhan terhadap teknologi pembelajaran semakin penting. Salah satunya melalui interactive flat panel (IFP) yang dapat membantu guru menyampaikan materi secara visual.

"Sehingga memang yang disampaikan oleh Pak Presiden Prabowo untuk dibagikan IFP interaktif panel flat itu sangat dibutuhkan di lingkungan sekolah supaya mereka bisa menyaksikan secara visual dan mudah dipahami oleh murid-murid kita,” katanya.

Menurut Aries, tahun ini setiap sekolah mendapatkan tambahan tiga perangkat. Jika sebelumnya satu sekolah memiliki satu IFP, nantinya setiap sekolah ditargetkan memiliki empat perangkat.

“Sementara ini masing-masing sekolah ada penambahan tiga. Jadi nanti setiap sekolah sudah punya empat,” jelasnya.

Aries menilai siswa saat ini sudah sangat melek teknologi. Mereka mendapatkan informasi dari berbagai sumber sehingga guru harus menyesuaikan cara mengajarnya.

“Anak-anak kita itu sudah cerdas. Dia karena melek teknologi, dia paham,” katanya.

Karena itu, Aries mengingatkan guru agar tidak hanya menggunakan metode konvensional.

“Kalau kita masih mengajar cara konvensional, maka tentu akan ditinggal oleh murid-murid kita,” ujarnya.

Aries juga menilai peningkatan kompetensi guru harus terus dilakukan. Dia berharap Pemprov Jatim melalui Dindik menambah program pelatihan bagi guru.

“Saya memang selalu menganggap bahwa proses upgrade ini penting. Maka kenapa saya berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan menambah lagi porsi untuk meng-upgrading guru-guru kita,” katanya.

Untuk diketahui, saat ini terdapat sekitar 4.020 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Jawa Timur. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.