JAKARTA - Novel pengembangan diri (self-improvement) populer karya Henry Manampiring, Filosofi Teras, resmi diadaptasi menjadi film layar lebar oleh MD Pictures. Pengumuman proyek ambisius ini disampaikan pada Rabu (26/2/2026), dibarengi dengan perkenalan jajaran pemain yang akan membintanginya.
Dalam proyek ini, Sherina Munaf dipercaya memerankan tokoh utama bernama Nea. Ia akan beradu akting dengan komedian sekaligus aktor Ge Pamungkas yang memerankan karakter Dio. Selain keduanya, film ini juga menghadirkan sederet nama besar seperti Lydia Kandou, Kiki Narendra, Zee Asadel, Rangga Nattra, Givina Lukita, Dinda Kanyadewi, hingga Ina Marika.
Mengenal Konsep Stoikisme di Balik Layar
Film yang akan disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman ini langsung menarik perhatian publik. Buku aslinya dikenal luas sebagai panduan praktis mengenal filsafat Stoikisme—sebuah pemikiran asal Yunani dan Romawi kuno—yang mengajarkan manusia untuk fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan dan bijak menerima hal di luar kendali.
Baca Juga : Bosan Horor? Film ‘Na Willa’ Siap Jadi Alternatif Tontonan Keluarga di Libur Lebaran 2026
Melalui pendekatan bahasa yang ringan, Henry Manampiring menjelaskan bagaimana prinsip Stoikisme dapat membantu seseorang mengelola emosi dan menghadapi kecemasan di tengah tekanan kehidupan modern. Kedekatan isu inilah yang membuat buku tersebut terjual ratusan ribu eksemplar sejak pertama kali diterbitkan pada 2018.
Alasan MD Pictures Mengangkat 'Filosofi Teras'
CEO MD Entertainment sekaligus produser, Manoj Punjabi, mengungkapkan ketertarikannya mengadaptasi karya ini karena pesan moralnya yang sangat kuat.
“Kami ingin menghadirkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi makna bagi penonton. Filosofi Teras memiliki pesan kuat tentang bagaimana manusia memahami hidup dan mengelola emosi,” ujar Manoj.
Ia menambahkan bahwa kekuatan utama buku ini terletak pada relevansinya dengan realitas yang dialami banyak orang, sehingga memiliki potensi besar untuk diterjemahkan ke dalam narasi film yang emosional dan relatable.
Antusiasme Sherina Munaf
Sherina Munaf mengaku sangat antusias terlibat dalam proyek ini. Baginya, Filosofi Teras bukan sekadar bacaan populer, melainkan buku yang telah mengubah sudut pandang banyak orang.
“Filosofi Teras itu buku yang sangat menyentuh banyak orang. Bukan hanya menyentuh, tapi benar-benar membantu hidup mereka,” ungkap Sherina.
Adaptasi ini menjadi langkah unik di industri perfilman Indonesia, mengingat jarangnya buku bergenre pengembangan diri diangkat menjadi film fiksi. Dengan basis pembaca yang besar dan deretan pemain populer, Filosofi Teras diprediksi menjadi salah satu film adaptasi yang paling dinantikan tahun ini. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















