Menu
Pencarian


Makna "Larung" Dituangkan dalam 54 Karya Seni di Art Exhibition Pacitan

JTV Pacitan - Minggu, 26 Juli 2026 20:03
Makna "Larung" Dituangkan dalam 54 Karya Seni di Art Exhibition Pacitan
Art Exhibition #3 bertajuk

PACITAN - Art Exhibition #3 bertajuk "LARUNG" resmi dibuka di Gedung Jasmin, Kabupaten Pacitan, Minggu (26/7/2026). Pameran seni rupa yang diikuti 54 perupa dari wilayah Karesidenan Madiun Raya ini menjadi ruang kolaborasi sekaligus wadah ekspresi bagi para seniman melalui berbagai medium karya.

Mengusung tema "Larung" yang bermakna melepas dan menghanyutkan, para peserta menampilkan beragam karya mulai dari lukisan, patung, instalasi, fotografi hingga seni digital. Seniman yang terlibat berasal dari Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan.

Pembukaan pameran dilakukan oleh perupa internasional Putu Suta Wijaya. Dalam sambutannya, ia menilai tema Larung memiliki makna yang sangat luas dan relevan dengan kehidupan manusia.

"Larung bukan sekadar membuang atau menghanyutkan sesuatu. Dalam seni, larung adalah proses melepaskan beban, kegelisahan, bahkan harapan agar lahir energi dan gagasan baru. Saya melihat karya-karya yang dipamerkan di sini mampu menerjemahkan makna itu dengan cara yang sangat beragam," ujar Putu Suta Wijaya.

Baca Juga :   Makna "Larung" Dituangkan dalam 54 Karya Seni di Art Exhibition Pacitan

Ia juga mengapresiasi semangat kolaborasi para perupa dari berbagai daerah yang mampu menghadirkan pameran dengan kualitas karya yang beragam. "Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Pertemuan antarperupa seperti ini penting karena seni berkembang melalui dialog, saling belajar, dan saling menginspirasi," tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Pacitan turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pameran tersebut. Sekretaris Daerah Pacitan Heru Wiwoho berharap, kegiatan seni dapat menjadi bagian dari penguatan identitas daerah.

"Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap Art Exhibition ini menjadi ruang dialog bagi para seniman untuk melahirkan ide-ide kreatif yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah. Kami ingin Pacitan tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki kehidupan seni dan budaya yang terus berkembang," katanya.

Baca Juga :   Generasi Hijau untuk Sungai Maron, Langkah PLN NP UP Pacitan Cetak Pewaris Ekowisata Berkelanjutan

Sementara itu, Ketua Panitia Kushervica mengatakan pameran ini bukan hanya menjadi ajang memamerkan karya, tetapi juga mempererat hubungan antarperupa di wilayah Madiun Raya. "Ada 54 perupa dengan 54 cara pandang berbeda dalam memaknai Larung. Perbedaan itulah yang menjadi kekuatan pameran ini. Kami ingin masyarakat ikut menikmati, berdialog dengan karya, bahkan ikut melarungkan harapan mereka," ujarnya.

Sebagai bentuk interaksi dengan pengunjung, panitia menyediakan "Buku Larung", tempat setiap pengunjung dapat menuliskan harapan, doa, maupun refleksi pribadi sebagai bagian dari pengalaman menikmati pameran.

Art Exhibition #3 "LARUNG" dibuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya. Melalui pameran ini, para penyelenggara berharap seni rupa semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat jejaring seniman di wilayah Madiun Raya dan Pacitan. (Edwin Adji)

Baca Juga :   Pacitan Butuh Penguatan Tempat Evakuasi Akhir di Wilayah Pesisir

Editor : JTV Pacitan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.