MALANG - Puluhan mahasiswa dari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang atau Unikama mengelar aksi damai di depan gedung rektorat kampus.
Pada Kamis siang, para mahasiswa menyuarakan atas enam tuntutan utama yang menyangkut hak dasar dan fasilitas kampus.
Adapun enam tuntutan tersebut meliputi, pembenahan fasilitas belajar, pembukaan kembali pagar utama, penghapusan denda keterlambatan ijazah, transparansi keuangan, kejelasan dana Kip-k, serta perbaikan layanan administrasi. Selain itu, mereka juga menuntut penghapusan biaya wisuda bagi angkatan 2022.
Namun, dalam menggelar aksi damainya, ternyata penandatanganan pada nota kesepakatan antara mahasiswa dan rektor tidak terlaksana dengan semestinya, karena adanya perbedaan sikap, akan tetapi masih bisa berjalan dengan tertib dan damai.
Rektor Unikama, Sudi Dul Aji menjelasan bahwasannya aksi para mahasiswa ini merupakan hal yang wajar dilakukan sebagai kebaikan nama kampus untuk kedepannya.
Selain itu, ia menyebutkan adanya perbaikan infrastruktur yang besar menjadi wewenang bagi yayasan. Sementara pada pagar utama terkait dengan sengketa yayasan akan ditargetkan oleh pihak kampus bisa dibuka pada bulan februari 2026. (cahya)
Editor : M Fakhrurrozi



















