JEMBER - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus mendatangi kawasan Bundaran Kantor DPRD Jember pada Senin sore.
Mereka menggelar aksi damai dengan mengenakan pakaian serba hitam sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi ekonomi saat ini. Dalam aksi tersebut, massa juga membakar ban bekas sebagai simbol penyampaian protes terhadap berbagai persoalan yang mereka nilai membebani masyarakat.
Dalam orasinya, para mahasiswa menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. Isu yang disoroti antara lain kenaikan harga kebutuhan pokok, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta berbagai persoalan nasional yang menjadi perhatian publik. Massa aksi juga menilai sejumlah kebijakan dan regulasi yang diterbitkan belakangan ini belum sepenuhnya menjawab kepentingan masyarakat.
Koordinator aksi, Alfin Maulana, menyatakan pemerintah perlu mengambil langkah nyata untuk menjaga stabilitas ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menegaskan bahwa seluruh tuntutan mahasiswa akan diteruskan kepada pemerintah pusat dan DPR RI sebagai bahan pertimbangan.
Setelah menyampaikan aspirasi, aksi ditutup dengan penandatanganan pakta integritas oleh perwakilan mahasiswa bersama seluruh fraksi DPRD Jember sebagai bentuk komitmen untuk mengawal aspirasi yang telah disampaikan.
Editor : JTV Jember



















