Menu
Pencarian

Lethok Ngawi: Kuliner Unik Berbahan Tempe Semangit yang Tetap Eksis Lintas Generasi

Portaljtv.com - Jumat, 27 Februari 2026 13:50
Lethok Ngawi: Kuliner Unik Berbahan Tempe Semangit yang Tetap Eksis Lintas Generasi
Lethok, Kuliner Khas Ngawi Berbahan Tempe Semangit yang Kaya Cita Rasa

NGAWI - Beragam kuliner tradisional khas Ngawi masih lestari hingga kini. Salah satu yang paling unik adalah lethok, sajian berbahan dasar tempe semangit atau tempe yang telah difermentasi lebih lama. Meski kerap disebut "tempe busuk", bahan inilah yang menjadi kunci kelezatan lethok yang gurih dan menggugah selera.

Lethok pada dasarnya merupakan sambal berbahan campuran tempe semangit dan tempe biasa yang dimasak bersama santan serta rempah-rempah. Meski aroma khasnya cukup tajam, namun setelah melalui proses memasak yang lama, aroma tersebut berubah menjadi harum sedap yang mampu meningkatkan nafsu makan. Teksturnya kental menyerupai pasta dengan cita rasa gurih, sedikit pedas, dan kaya bumbu.

Proses Memasak yang Tradisional

Proses pembuatan lethok tidaklah singkat. Tempe semangit dan tempe segar harus direbus terlebih dahulu hingga empuk, kemudian dihaluskan. Bumbu-bumbu seperti cabai, bawang merah, bawang putih, kencur, jahe, dan lengkuas ditumis hingga harum bersama daun salam serta daun jeruk.

Setelah bumbu matang, tempe yang telah halus dimasukkan dan diaduk rata. Santan ditambahkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk menggunakan api kecil hingga mengental. Di beberapa dapur tradisional, proses ini bisa berlangsung berjam-jam untuk menghasilkan cita rasa yang mendalam dan aroma yang otentik.

Perbedaan dengan Sambal Tumpang

Sekilas, lethok kerap disamakan dengan sambal tumpang. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Lethok khas Ngawi menggunakan kencur dan daun jeruk yang lebih dominan sehingga aromanya jauh lebih kuat.

Dalam perkembangannya, lethok memiliki berbagai variasi. Ada yang menyajikannya polos, namun tak sedikit pula yang menambahkan jeroan sapi seperti babat, paru, atau usus. Meski demikian, versi sederhana tanpa campuran daging tetap dianggap paling otentik dan digemari masyarakat.

Sego Lethok dan Pincuk Daun Jati

Biasanya, lethok disajikan bersama nasi hangat, urap, atau pecel, yang kemudian dikenal dengan sebutan sego lethok. Penyajian menggunakan pincuk daun jati menjadi ciri khas tersendiri. Daun jati yang terkena panas masakan akan mengeluarkan aroma alami yang semakin menambah kenikmatan bersantap.

Soal harga, lethok sangat ramah di kantong. Di sejumlah warung tradisional, seporsi nasi lethok dibanderol mulai dari Rp5.000, tergantung tambahan lauk yang dipilih. Harga yang terjangkau inilah yang membuat lethok tetap digemari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja.

Di balik kuah pekat dan aromanya yang khas, lethok bukan sekadar makanan tradisional. Kuliner ini adalah simbol kearifan lokal masyarakat Ngawi dalam mengolah bahan sederhana menjadi sajian bernilai tinggi dan bertahan lintas generasi. (Amanda Dela)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.