SURABAYA - Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur berhasil menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang East Java Maritime Awards 2026. Penghargaan ini diraih atas kontribusi luar biasa dinas dalam kategori Pelaksana Kebijakan Pelestarian Ekosistem Pesisir.
Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata atas konsistensi Dinas Kehutanan Jatim yang secara aktif melakukan penanaman dan rehabilitasi mangrove di wilayah pesisir sejak tahun 2020 hingga 2026. Salah satu motor utama dari keberhasilan aksi lingkungan ini adalah lewat program berkelanjutan yang bertajuk Festival Mangrove.
Tidak hanya fokus pada pemulihan lingkungan secara ekologis, Dinas Kehutanan Jatim juga dinilai sukses mendorong hilirisasi produk mangrove. Melalui kreativitas dan pemberdayaan, mangrove kini diolah menjadi komoditas bernilai tinggi seperti produk makanan, minuman, hingga batik mangrove. Langkah strategis ini terbukti mampu memberikan dampak ekonomi langsung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.
Berkat kerja keras dan sinergi yang terus dibangun, saat ini total luas hutan mangrove di Jawa Timur telah mencapai 30.800 hektar. Angka fantastis ini sekaligus mengukuhkan posisi Jawa Timur sebagai provinsi yang memiliki kawasan mangrove terluas di seluruh Pulau Jawa.
Abdul Rokhim, Pimpinan Redaksi JTV mengatakan, penghargaan East Java Maritime Awards 2026 ini bentuk apresiasi bagi instansi dan lembaga yang telah memberikan kontribusi besar, inovasi, serta dampak nyata bagi kemajuan sektor maritim, ekonomi, serta kelestarian lingkungan pesisir di Jawa Timur.
"Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi bagi daerah yang serius membangun sektor kemaritiman secara berkelanjutan,” ujarnya. (M. Fasichullisan)
Editor : M Fakhrurrozi



















