TUBAN - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 di Kabupaten Tuban yang dinilai menunjukkan hasil positif dalam upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Pendopo Krido Manunggal, Tuban, Jumat (06/02/26) sore.
Mensos menilai, setelah berjalan selama empat bulan, para siswa dari keluarga kurang mampu menunjukkan perubahan karakter yang signifikan, mulai dari meningkatnya rasa percaya diri, kedisiplinan, hingga keberanian menyampaikan pendapat. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi tanda awal keberhasilan program Sekolah Rakyat.
“Saya bangga dan berterima kasih kepada Bupati dan kepala sekolah yang telah memberikan dukungan dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini,” ujar Gus Ipul.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menekankan pentingnya validasi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai landasan utama penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran. Ia menegaskan, tanpa data yang valid, program pengentasan kemiskinan tidak akan berjalan optimal.
Baca Juga : Gus Ipul Ajak Kepala Sekolah Rakyat se-Jatim Berikrar Bekerja Sepenuh Hati
Menurutnya, pembaruan dan validasi data menjadi kunci keberhasilan setiap kebijakan sosial pemerintah agar anggaran negara benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.
Selain meninjau progres pembelajaran, Mensos berdialog dengan orang tua siswa dan Forkopimda Tuban. Ia mengungkapkan rasa syukur atas sinergi seluruh pihak dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Gus Ipul menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Program ini tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga melibatkan orang tua dalam berbagai program pemberdayaan.
Baca Juga : Bupati Ipuk Siapkan Lahan untuk Bangunan Permanen Sekolah Rakyat, Mensos: Banyuwangi Jadi Prioritas
“Ini adalah bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan melalui proses pendidikan. Harapannya, anak-anak lulus dan keluarganya dapat menjadi keluarga yang lebih berdaya,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah, pada tahun ini telah dibangun 104 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia. Fasilitas tersebut dirancang khusus bagi keluarga miskin dengan kapasitas hingga seribu siswa, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas. (Yona Salma)
Editor : Arif Junaidi


















