Kuliah sering dianggap sulit dilakukan bagi mereka yang sudah bekerja. Padatnya jadwal kerja, mobilitas tinggi, hingga keterbatasan waktu menjadi alasan banyak orang menunda pendidikan. Namun, perkembangan sistem pembelajaran jarak jauh kini membuka peluang baru: kuliah sambil kerja bukan lagi hal yang mustahil.
Hal itu dibahas dalam program “Ruang Karir” yang tayang di JTV pada Rabu (11/03/20026) mengangkat tema “Kuliah Sambil Kerja, Kenapa Tidak?”. Hadir sebagai narasumber Direktur Universitas Terbuka Surabaya, Suparti, serta Welin Kusuma, alumni sekaligus mahasiswa Universitas Terbuka yang telah mengoleksi puluhan gelar akademik.
Pendidikan Terbuka untuk Semua Kalangan
Direktur Universitas Terbuka Surabaya, Suparti, menjelaskan bahwa sejak berdiri pada tahun 1984, Universitas Terbuka (UT) memang dirancang sebagai perguruan tinggi dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh. Menurutnya, sistem ini memungkinkan siapa saja untuk melanjutkan pendidikan tanpa batasan usia maupun latar belakang pekerjaan.
Baca Juga : Dorong Perekonomian Warga, CV Kopi Mas Sejati Serap Ratusan Tenaga Kerja
“Universitas Terbuka itu memang sejak berdiri didesain sebagai pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh. Siapa saja boleh kuliah, tidak peduli sudah bekerja, usia berapa pun, bahkan yang hanya di rumah saja tetap bisa kuliah,” ujar Suparti.
Ia mencontohkan, dalam orientasi mahasiswa baru pernah ada mahasiswa berusia 16 tahun hingga mahasiswa berusia lebih dari 60 tahun yang tetap bersemangat menempuh pendidikan tinggi.
Sistem Belajar Fleksibel
Baca Juga : Tips Atasi Post Holiday Blues, Berkantor dengan Semangat Baru!
Salah satu keunggulan UT adalah sistem pembelajaran yang fleksibel. Mahasiswa tidak diwajibkan datang ke kampus secara rutin karena proses belajar dilakukan secara mandiri dan daring.
“Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus. Setelah registrasi, bahan ajar akan dikirim ke rumah. Belajar bisa dilakukan kapan saja sesuai waktu luang,” jelas Suparti.
Model pembelajaran ini membuat UT banyak diminati oleh kalangan pekerja. Bahkan sebagian besar mahasiswa UT memang sudah memiliki pekerjaan sejak awal kuliah.
Baca Juga : Stres Kerja Seharian? Ini 5 Cara Simpel yang Bisa Bikin Tubuh Rileks pada Malam Hari
Selain itu, mahasiswa juga bisa memanfaatkan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yaitu pengakuan terhadap pengalaman belajar atau mata kuliah yang pernah ditempuh sebelumnya. Dengan sistem ini, masa studi bisa menjadi lebih singkat.
Kisah Mahasiswa dengan Puluhan Gelar
Salah satu contoh nyata keberhasilan kuliah sambil kerja adalah Welin. Ia bekerja di perusahaan swasta sekaligus aktif menempuh pendidikan di berbagai bidang.
Saat ini, Welin telah memiliki 61 gelar, dan masih terus menambah pendidikan baru.“Motivasi saya memang dari kecil senang belajar. Orang tua saya mendorong untuk terus menuntut ilmu, sehingga sampai sekarang saya masih kuliah,” kata Welin. Ia mengaku telah menempuh pendidikan di berbagai jurusan, mulai dari ilmu perpustakaan, matematika, statistika, hingga administrasi.
Belajar Mandiri Melatih Disiplin
Menurut Welin, sistem pembelajaran jarak jauh justru melatih kedisiplinan dan manajemen waktu. Meski fleksibel, mahasiswa tetap harus memenuhi berbagai tenggat tugas. “Ada deadline tugas, biasanya diberi waktu satu minggu. Kalau lewat, nilainya bisa tidak keluar. Jadi walaupun belajar jarak jauh, kita tetap harus disiplin,” ujarnya.
Ia biasanya memanfaatkan waktu senggang seperti istirahat makan siang atau akhir pekan untuk belajar dan mengerjakan tugas.
Ilmu Kuliah Penting untuk Dunia Kerja
Welin juga menegaskan bahwa teori yang dipelajari di bangku kuliah sangat berguna dalam pekerjaan sehari-hari. “Kalau kita tidak punya teori, kita hanya trial and error. Dengan teori, kita bisa menyelesaikan masalah secara sistematis,” jelasnya.
Ia mencontohkan penggunaan metode analisis seperti diagram tulang ikan (fishbone diagram) untuk mencari akar masalah dalam pekerjaan di perusahaan.
Motivasi: Doa, Ikhtiar, Ikhlas, dan Tawakal
Di akhir diskusi, Suparti memberikan pesan motivasi kepada generasi muda agar tidak ragu melanjutkan pendidikan meskipun harus sambil bekerja.
Ia memperkenalkan konsep yang ia sebut sebagai “DUIT”, yaitu singkatan dari, Doa, Usaha, Ikhlas, dan Tawakal.
“Semua orang punya mimpi. Setelah punya mimpi, kita harus berdoa, berusaha sungguh-sungguh, menjalani dengan ikhlas, dan akhirnya bertawakal kepada Tuhan,” kata Suparti. Menurutnya, pendidikan adalah salah satu jalan untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik.
Pendidikan Fleksibel untuk Masa Depan
Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, Universitas Terbuka menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.
Kuliah sambil kerja bukan lagi sekadar pilihan, melainkan strategi untuk meningkatkan kompetensi di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















