JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatatkan 11 operasi tangkap tangan (OTT) dan berhasil memulihkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,53 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut disampaikan KPK dalam konferensi pers kinerja akhir tahun di Gedung Juang KPK, Jakarta, Senin (22/12/2205).
Sepanjang 2025, KPK menetapkan 118 orang tersangka dari berbagai kasus korupsi yang ditangani, baik melalui OTT maupun pengembangan perkara. Penindakan menyasar sejumlah sektor strategis yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
Selain penindakan, KPK juga mencatat kinerja positif dalam pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi. Total pemulihan keuangan negara mencapai Rp1,53 triliun, yang berasal dari uang pengganti, denda, rampasan aset, serta penyelamatan potensi kerugian negara.
“Dari penindakan selama 1 tahun ini KPK menetapkan 118 tersangka. memproses ratusan perkara dan memulihkan aset negara mencapai Rp1,53 triliun. Angka tersebut menjadi angka tertinggi di 5 tahun terakhir ini,” ungkap Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.
Di bidang pencegahan, tingkat kepatuhan pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mencapai 94,89 persen.
“Besaran ini bukan sekedar angka, melainkan cermin bahwa transparansi wajib menjadi budaya. Pasalnya, korupsi dewasa ini banyak yang tersembunyi dalam kebijakan dan prosedur. Karena itu harus dicegah sejak awal melalui melalui transparansi, akses data, dan perbaikan tata kelola,” ujar Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak.
KPK juga menerima lebih dari 4.500 laporan gratifikasi sepanjang tahun ini, menunjukkan meningkatnya kesadaran transparansi di kalangan penyelenggara negara.
“Pelaporan gratifikasi juga meningkat. Pasalnya lebih dari 4.580 laporan dengan ribuan barang yang diserahkan kembali ke negara. Setiap laporan merupakan bentuk keberanian masyarakat berkata tidak pada pemberian yang tidak sepatutnya,” sambung Johanis.
Partisipasi publik dalam upaya pencegahan korupsi juga meningkat. Platform pengaduan dan pemantauan layanan publik JAGA.ID mencatat 18,5 juta kunjungan sepanjang 2025.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa capaian kinerja KPK sepanjang tahun 2025 merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor, bukan semata-mata kerja institusi antirasuah. Menurutnya, pemberantasan korupsi hanya dapat berjalan efektif apabila didukung perbaikan sistem, penguatan integritas sumber daya manusia, serta keterlibatan aktif masyarakat secara berkelanjutan.
"Kami menyadari jalan melakukan pemberantasan korupsi tidak pernah mudah dan pasti berkelok. Namun kami percaya ketika sistem diperbaiki, manusia diperkokoh integritasnya dan publik terus terlibat, Indonesia bisa menjadi negeri yang lebih bersih dan adil, khususnya mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan Indonesia Bebas Korupsi 2045,” pungkasnya. (*)
Editor : A. Ramadhan



















