KEDIRI - Di tengah catatan sekitar 597 koperasi di Kota Kediri yang hampir separuhnya tidak aktif, Koperasi RW Sekar Lestari di Lingkungan Bence RW 05, Kelurahan Pakunden, justru menunjukkan kesehatan dan konsistensi. Koperasi ini kembali menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai indikator utama kinerjanya yang baik.
Dalam RAT yang diselenggarakan, pengurus mempertanggungjawabkan kinerja, melaporkan perkembangan usaha simpan pinjam, pertambahan anggota, serta membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada para anggota.
Kepala Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri, Eko Lukmono Hadi, menegaskan bahwa pelaksanaan RAT merupakan penanda vital kesehatan sebuah koperasi. "Pelaksanaan RAT Koperasi Sekar Lestari di RW 05 Bence menjadi contoh koperasi yang masih aktif, transparan, dan bertanggung jawab," ujarnya.
Dia mengungkapkan, dari ratusan koperasi berbadan hukum di Kota Kediri, hampir 50 persen di antaranya tidak aktif. Menurut regulasi, koperasi yang tidak melaksanakan RAT akan dinonaktifkan dalam sistem Kementerian Koperasi.
Baca Juga : Koperasi RW 5 Bence, Salah Satu Koperasi Sehat di Tengah Ratusan Lainnya yang Tidak Aktif
Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Kediri, Firdaus, menekankan pentingnya pendekatan pembinaan, bukan pembubaran, bagi koperasi yang stagnan. "Yang perlu dilakukan adalah verifikasi, regenerasi pengurus, serta pembinaan agar mereka berani kembali melaksanakan RAT," kata Firdaus.
Ke depan, Firdaus mendorong adanya pendampingan dan proyek percontohan (pilot project) pengembangan koperasi agar unit usahanya benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan Dekopinda diharapkan mampu menguatkan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan di Kota Kediri. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















