PACITAN - Menutup akhir tahun 2025, kawasan wisata Mentari Ocean View menggelar acara kebudayaan bertajuk Mentari Budaya: Refleksi Akhir Tahun 2025, Rabu malam (31/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi perjalanan seni sekaligus upaya pelestarian budaya lokal melalui kolaborasi lintas sektor seni di Kabupaten Pacitan.
Digelar bertepatan dengan malam pergantian tahun menuju 2026, Mentari Budaya menghadirkan rangkaian pertunjukan seni tari, pemutaran film tari kolaboratif, hingga sajian musik. Acara ini mengangkat tema refleksi perjalanan sembilan tahun terakhir dan menampilkan karya-karya dari Sanggar Tari Pradnya bersama sejumlah sanggar seni lainnya di Pacitan.
Perwakilan Sanggar Tari Pradnya, Pandu Sadeka, mengatakan bahwa setiap pertunjukan yang ditampilkan tidak sekadar menjadi hiburan, namun memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam.
“Setiap karya kami maknai sebagai medium laku, doa, dan bakti, baik kepada sesama maupun kepada Sang Pencipta,” ujarnya.
Baca Juga : Kolaborasi Lintas Seni Warnai Mentari Budaya Akhir Tahun 2025 di Pacitan
Ia menjelaskan, spirit pelestarian budaya Panji melalui Wayang Beber Pacitan menjadi titik awal lahirnya kolaborasi lintas seni. Kolaborasi tersebut kemudian berkembang melibatkan berbagai disiplin, mulai dari tari, wayang, teater, musik, hingga film.

Selain menjadi panggung ekspresi seni, Mentari Budaya juga berfungsi sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda Sanggar Tari Pradnya. Para penari muda dilibatkan secara langsung dalam seluruh proses pengelolaan kegiatan.
“Anak-anak kami libatkan dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan, agar mereka belajar tidak hanya menari, tetapi juga memahami proses berkesenian secara utuh,” tambah Pandu.
Dalam kegiatan ini, panitia juga menayangkan sejumlah film tari hasil kolaborasi Sanggar Tari Pradnya bersama IO Film. Pemutaran film tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan memberikan warna baru dalam refleksi akhir tahun melalui medium seni visual.
Sementara itu, Koordinator Wahana Mentari Ocean View, Sufri HS, menyebut Mentari Budaya digelar sebagai bentuk komitmen pengelola kawasan wisata dalam menjaga kelestarian budaya lokal Pacitan.
Baca Juga : Festival Mangrove Ke-9 Jatim Digelar di Pacitan, PLN UID Jawa Timur Terima Penghargaan Gubernur
“Kami ingin Mentari Ocean View tidak hanya menjadi destinasi wisata alam, tetapi juga ruang hidup bagi kebudayaan lokal Pacitan,” jelasnya.
Ke depan, pihak pengelola berharap kegiatan kebudayaan seperti Mentari Budaya dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan.
“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa rutin digelar sebagai ruang ekspresi seni sekaligus upaya menjaga identitas budaya Pacitan,” pungkas Sufri.
Baca Juga : Kejari Pacitan Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Banjir Grindulu, Negara Rugi Rp1,44 Miliar
Melalui Mentari Budaya, refleksi akhir tahun tidak hanya dimaknai sebagai pergantian waktu, tetapi juga sebagai momentum perenungan, kolaborasi, dan penguatan jati diri budaya lokal dalam menyongsong tahun 2026. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan



















