Menu
Pencarian

Klaim Pengobatan Holistik Pindahkan Penyakit ke Hewan, Praktisi Hadirkan Testimoni Pasien

Portaljtv.com - Selasa, 21 April 2026 14:11
Klaim Pengobatan Holistik Pindahkan Penyakit ke Hewan, Praktisi Hadirkan Testimoni Pasien
Klaim Pengobatan Holistik Pindahkan Penyakit ke Hewan, Praktisi Hadirkan Testimoni Pasien

SURABAYA - Metode pengobatan alternatif kembali menjadi sorotan setelah sebuah praktik penyembuhan holistik yang mengklaim mampu memindahkan “akar” atau sari penyakit ke hewan diperkenalkan kepada publik. Dalam program "Solusi Sehat" yang tayang di JTV pada Sabtu (18/04/26), metode ini ditawarkan oleh paguyuban pengobatan Tritunggal yang mengandalkan pendekatan spiritual, doa, serta ritual tertentu, bahkan diklaim dapat dilakukan secara jarak jauh.

Salah satu praktisi, Dimas Agus, menjelaskan bahwa metode tersebut banyak didatangi pasien yang telah lama berjuang melawan penyakit berat. “Kalau tempat kami itu biasanya sakit yang parah seperti kanker, tumor, liver, gagal ginjal, HIV. Yang datang ke tempat kami biasanya yang sudah jenuh minum obat bertahun-tahun tapi enggak kunjung sembuh,” ujarnya.

Ia juga menyebut pasien dari luar kota maupun luar pulau tetap bisa mendapatkan penanganan. “Bagi saudara-saudaraku semua yang jaraknya jauh enggak usah takut. Nanti kirimkan foto, biodata lengkap, nanti kita bantu dengan jarak jauh,” kata Dimas Agus.

Praktisi lainnya, Dimas Pinto, menambahkan bahwa terapi yang mereka lakukan menyesuaikan kondisi pasien. Menurutnya, pasien bisa datang langsung atau menjalani proses secara daring. “Kalau memang lewat jarak jauh seperti di Sumatera, Kalimantan ataupun luar negeri, kita bisa lewat telepon atau video call. Tapi kalau kurang puas, bisa datang langsung ke tempat praktik kami,” tuturnya.

Dalam tayangan tersebut, turut hadir mantan pasien bernama Pak Dakosta asal Solo yang mengaku pernah mengalami sakit prostat. Ia menceritakan kondisinya saat itu cukup berat hingga kesulitan berjalan.

“Waktu itu saya buang air kecil keluar darah. Pinggang rasanya seperti mau putus. Saya jalan saja harus berangkangan dan pakai tangan,” ungkapnya.

Dacosta mengaku kemudian mencoba pengobatan alternatif tersebut setelah melihat informasi dari televisi. “Saya telepon beliau, lalu saya diminta konsentrasi dan didoakan dari jauh. Setelah itu saya merasa agak enak,” katanya.

Selain prostat, tayangan itu juga menampilkan sejumlah testimoni pasien lain yang mengaku terbantu setelah menjalani terapi, termasuk penderita tumor dan penyakit kronis lainnya.

Meski demikian, klaim kesembuhan dari metode alternatif seperti ini kerap memunculkan pro dan kontra di masyarakat. Sebagian melihatnya sebagai harapan baru bagi pasien yang tidak kunjung pulih, sementara pihak lain menilai pentingnya kehati-hatian terhadap praktik yang belum teruji secara ilmiah.

Tenaga kesehatan pada umumnya mengingatkan agar masyarakat tetap menjadikan layanan medis sebagai rujukan utama. Pengobatan alternatif sebaiknya bersifat pendamping dan tidak menggantikan diagnosis maupun terapi medis yang sudah terbukti secara klinis.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pengobatan yang menyentuh aspek fisik, mental, dan spiritual masih cukup tinggi. Karena itu, masyarakat diimbau tetap kritis, mencari informasi yang benar, serta mempertimbangkan keamanan sebelum memilih metode pengobatan tertentu. (Amellia Ciello)

Editor : Iwan Iwe





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.