KOTA MADIUN - Momentum Lebaran Idulfitri 2026 membawa berkah sekaligus tantangan bagi pedagang selongsong ketupat di Kota Madiun. Meski permintaan dari masyarakat tetap tinggi, omzet pedagang justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Suasana halaman Pasar Besar Kota Madiun tampak ramai pada hari keenam Lebaran. Lapak-lapak pedagang musiman berjejer menawarkan berbagai jenis anyaman ketupat yang menjadi kebutuhan khas masyarakat saat perayaan Idulfitri.
Pedagang yang berjualan tidak hanya berasal dari Kota Madiun, tetapi juga dari daerah sekitar. Mereka memanfaatkan momen tahunan ini untuk menambah penghasilan dengan menjual selongsong ketupat hasil anyaman tangan, mulai dari jenis lepet hingga ketupat sintok.
Salah satu pembeli, Wahyu, mengaku sengaja membeli selongsong ketupat untuk diolah sendiri di rumah sebagai hidangan khas Lebaran bersama keluarga.
Baca Juga : Balik Gratis Diserbu Peminat, 600 Warga Berangkat ke Jakarta dari Terminal Purboyo
“Saya beli selongsong ketupat untuk dimasak sendiri di rumah. Biasanya untuk sajian Lebaran bareng keluarga,” ujar Wahyu.
Selain selongsong, di lokasi tersebut juga tersedia ketupat matang yang siap konsumsi. Hal ini memudahkan masyarakat yang tidak sempat memasak sendiri di rumah.
Namun di sisi lain, pedagang mengeluhkan penurunan omzet pada Lebaran tahun ini. Salah satu pedagang, Husnul Khotimah, menyebut pendapatan yang diperoleh tidak sebesar tahun lalu.
Baca Juga : Jelang Lebaran, Permintaan Melejit, Penjualan Ayam Hidup di Madiun Tembus Dua Kali Lipat
“Tahun lalu bisa dapat sekitar Rp300 ribu per hari, sekarang paling sekitar Rp200 ribu. Pembelinya memang ada, tapi tidak seramai sebelumnya,” ungkap Husnul.
Meski mengalami penurunan omzet, harga jual selongsong ketupat relatif stabil. Satu ikat berisi 10 buah selongsong dijual seharga Rp10 ribu, sedangkan ketupat jenis lepet dibanderol Rp8 ribu per ikat. Untuk ketupat matang, dijual Rp25 ribu per 10 buah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun tradisi ketupat masih diminati masyarakat saat Lebaran, daya beli atau pola belanja masyarakat kemungkinan mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Editor : JTV Madiun



















