SURABAYA - Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga kembali menunjukkan kiprah alumninya di tingkat internasional. Salah satu alumni Program Studi Akuakultur angkatan 2016, Muhammad Cesar Briliandi berhasil membangun karier global sebagai marine biologist di Maldives.
Kesuksesan pemuda yang akrab disapa Cak Cesar ini tidaklah mudah. Setelah menyelesaikan studi sarjana di FPK UNAIR, Cak Cesar melanjutkan pendidikan magister melalui program beasiswa di National Taiwan Ocean University, Taiwan.
"Saat itu, saya mendalami bidang iktiologi dan taksonomi dengan fokus penelitian menggunakan metode DNA barcoding untuk whole mitochondrial genome," ujarnya.
Ketertarikannya terhadap biodiversitas laut dan eksplorasi ilmiah menjadi fondasi penting dalam pengembangan karier akademik dan profesionalnya di bidang kelautan.
Usai menyelesaikan pendidikan di Taiwan, Cak Cesar memilih untuk memperluas pengalaman dan perspektifnya di dunia kerja internasional. Ketertarikannya terhadap dunia konservasi laut, ekowisata, dan interaksi langsung dengan masyarakat global membawanya meniti karier sebagai Marine Biologist Guest Experience di Maldives.
"Saat ini, saya menjalankan peran sebagai Marine biologist dan Scuba Diving Assistant Instructor di Le Méridien Resort and Spa Maldives, salah satu destinasi wisata bahari internasional yang dikenal dengan kekayaan ekosistem lautnya," tuturnya.
Dalam pekerjaannya, Cak Cesar tidak hanya berperan dalam memberikan edukasi mengenai ekosistem laut kepada para tamu internasional, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas konservasi dan pengenalan biodiversitas laut tropis.
Pengalaman tersebut memberikan ruang baginya untuk menghubungkan ilmu akademik dengan praktik lapangan secara langsung, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut.
Perjalanan karier Cak Cesar menjadi bukti bahwa lulusan bidang akuakultur memiliki peluang luas untuk berkembang di kancah internasional. Menurutnya, keberanian untuk mengambil peluang menjadi salah satu faktor terpenting dalam membangun masa depan.
“Kesempatan akan selalu ada dari manapun dan kapanpun, namun keberanian seseorang dalam melangkah adalah hal yang paling penting untuk melaju ke depan dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa FPK UNAIR agar tidak takut mencoba peluang baru, termasuk melanjutkan studi maupun bekerja di luar negeri.
“Apabila kalian sudah berani melangkah dan merasa kalian tidak pantas berada di dalam suatu lingkungan pekerjaan atau pertemanan, kalian sudah berada di jalan yang benar. Bukan waktunya untuk mundur, tetapi waktunya memantaskan diri dan menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.
Kisah inspiratif Cak Cesar sejalan dengan komitmen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga dalam mendukung internasionalisasi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang kompetitif secara global. Selain itu, kiprah alumninya di bidang konservasi dan edukasi kelautan juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Quality Education melalui peningkatan kapasitas akademik dan pengembangan kompetensi global, SDG 8 tentang Decent Work and Economic Growth melalui pengembangan karier profesional di sektor kelautan internasional, serta SDG 14 tentang Life Below Water melalui edukasi dan konservasi lingkungan laut berkelanjutan.
Melalui pencapaian ini, FPK UNAIR berharap semakin banyak mahasiswa dan alumni yang termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, memperluas jejaring internasional, serta berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan di tingkat global.
Kisah Cak Cesar menjadi representasi nyata bahwa keberanian, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar dapat membuka jalan menuju karier internasional yang membanggakan. Perjalanan akademik dan profesionalnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa FPK UNAIR untuk terus berani mengejar peluang internasional di bidang kelautan dan perikanan. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















