PONOROGO - Kekeringan mulai melanda warga Dusun Dungus, Desa Kepatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih dan terpaksa bergantung pada pemberian tetangga maupun membeli air galon.
Kondisi tersebut sudah terjadi sekitar satu bulan terakhir. Aliran PDAM yang selama ini menjadi sumber air utama warga terus mengecil hingga dalam tiga hari terakhir tidak lagi mengalir.
Salah satu warga, Rida Asmawati, mengaku awalnya air PDAM masih mengalir setiap dua hari sekali. Namun, debitnya terus menurun. Sementara itu, sejumlah sumur warga juga mulai mengering. Sumur yang masih memiliki air pun terlihat kotor sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Untuk kebutuhan minum dan memasak, warga terpaksa membeli air galon. Sedangkan untuk mandi, sebagian warga harus menumpang ke rumah tetangga atau mengambil air dari desa sebelah yang berjarak sekitar satu kilometer.
Baca Juga : Kekeringan Landa Dusun Dungus, Warga Kesulitan Air Bersih
Sejumlah wadah air juga telah disiapkan warga di pinggir jalan untuk menampung bantuan air bersih.
Di Dusun Dungus, sedikitnya 30 kepala keluarga terdampak kekurangan air bersih. Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan air sekaligus memastikan aliran PDAM kembali normal agar kebutuhan air untuk minum, memasak, dan mandi dapat terpenuhi.
Editor : JTV Madiun



















