KOTA MADIUN - Setelah bertahun-tahun tidak menggelar kompetisi resmi, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Madiun kembali mengadakan Kejuaraan Kota atau Kejurkot di Wall Panjat Tebing Stadion Wilis, Sabtu hingga Minggu (22–23/8/2026).
Kejuaraan ini menjadi momentum kebangkitan olahraga panjat tebing di Kota Madiun sekaligus wadah untuk menjaring atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan menuju kejuaraan tingkat provinsi hingga Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov 2027.
Puluhan peserta dari berbagai kelompok usia turut meramaikan Kejurkot tahun ini. Hingga menjelang pelaksanaan, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 80 orang dan masih berpotensi bertambah. Tingginya minat peserta menunjukkan olahraga panjat tebing masih memiliki daya tarik besar di Kota Madiun.
Ketua FPTI Kota Madiun, Armaya, menjelaskan kejuaraan ini dimanfaatkan untuk melihat perkembangan kemampuan atlet hasil pembinaan selama ini. Selain menentukan juara, panitia juga melakukan pemantauan terhadap peserta yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Atlet terpilih nantinya akan masuk dalam program pembinaan dan dipersiapkan menghadapi kejuaraan tingkat provinsi hingga Porprov 2027.
Dalam Kejurkot ini, panitia mempertandingkan nomor lead dan speed dengan total 14 nomor lomba. Peserta dibagi dalam sejumlah kategori usia, mulai U-11, U-13, U-19, hingga kelas khusus U-60.
Kehadiran kelas usia senior juga menjadi sarana silaturahmi sekaligus ajang unjuk kemampuan bagi para mantan atlet panjat tebing.
Sementara itu, Ketua Harian FPTI Kota Madiun, Fajar Kartiko Nugroho, menyatakan hasil Kejurkot akan menjadi dasar penentuan atlet yang akan masuk pusat pelatihan. FPTI juga menargetkan penyelenggaraan kompetisi yang lebih besar pada tahun depan melalui ajang Wali Kota Cup.
Dengan kompetisi dan pembinaan yang dilakukan secara rutin, prestasi atlet panjat tebing Kota Madiun diharapkan mampu kembali bersaing di tingkat regional maupun provinsi.
Editor : JTV Madiun


















