Menu
Pencarian

Kejar Target Juni 2026, Pembangunan Sekolah Rakyat di Pacitan Dikebut 24 Jam

JTV Pacitan - Sabtu, 16 Mei 2026 18:22
Kejar Target Juni 2026, Pembangunan Sekolah Rakyat di Pacitan Dikebut 24 Jam
Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan ditargetkan rampung 20 Juni 2026. (Foto:Edwin Adji)

PACITAN - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) terus dipercepat pemerintah demi mengejar target penyelesaian pada akhir Juni 2026. Sejumlah langkah percepatan dilakukan, mulai dari penambahan alat berat, peningkatan jumlah pekerja, hingga penerapan sistem kerja tiga sif.

Menteri Pekerjaan Umum RI, Doddy Hanggodo mengatakan, berbagai strategi tersebut dilakukan agar proses pembangunan berjalan lebih maksimal. "Hal tersebut dimaksudkan agar pekerjaan lebih optimal," terang Menteri Pekerjaan Umum RI, Doddy Hanggodo dalam pernyataan tertulis yang diterima portaljtv, Sabtu (16/5/2025) sore.

Menurut Dody, seluruh pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan rampung pada akhir Juni mendatang. Target tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar proyek pendidikan tersebut selesai tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas bangunan.

“Bapak Presiden berpesan supaya (pembangunan SR) selesai on time, on schedule, kualitasnya diperhatikan dan dikerjakan secara efektif dan efisien. Pokoknya semua Sekolah Rakyat kita upayakan bisa selesai, Insya Allah 20 Juni 2026,” tandas Menteri PU.

Baca Juga :   RDP DPRD-Kemenag Ungkap Rendahnya Honor Guru Madrasah di Pacitan

Ia menambahkan, percepatan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia unggul.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Olah karena itu, Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” imbuhnya.

Salah satu proyek yang saat ini dikebut pengerjaannya berada di Kabupaten Pacitan, tepatnya di Kelurahan Sidoharjo. Proyek Sekolah Rakyat Jawa Timur 2 tersebut tampak dikerjakan siang dan malam dengan melibatkan ratusan pekerja dan sejumlah alat berat yang terus beroperasi.

Baca Juga :   Cuan Merdu Murai Batu, Eko Sukses Kembangkan Penangkaran hingga Ratusan Ekor

Pembangunan yang berdiri di atas lahan seluas 7,7 hektare itu dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dengan total anggaran mencapai Rp 226 miliar. Sedikitnya terdapat 17 massa bangunan yang tengah dikerjakan, meliputi ruang kelas, asrama siswa, rumah susun guru, hingga fasilitas pendukung lainnya seperti rumah genset, rumah pompa, dan tempat ibadah.

Engineering PT Brantas Abipraya, Ahmad Fadrian menyebut progres pembangunan saat ini sudah melampaui 50 persen. "Untuk pembangunan Sekolah Rakyat wilayah Kabupaten Pacitan ini sekarang ini di angka 50,47 persen dengan progres per harinya di angka 1 sampai 2 persen," papar Ahmad Fadrian, Engineering PT Brantas Abipraya (Persero) yang mengerjakan proyek tersebut.

Fadrian mengakui kondisi geografis Pacitan yang berada di kawasan pegunungan dan pesisir menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan. Namun demikian, pihak pelaksana tetap berupaya mengejar target dengan mendatangkan material dari sejumlah daerah sekitar.

Baca Juga :   Harga Dexlite Naik, Operasional Angkut Sampah di Pacitan Ikut Terdampak

"Kita mencari akses dari Solo ataupun Madiun, jadi untuk mempercepat. Lalu untuk jam kerja sendiri ada 3 sif, untuk pengecoran itu kita sampai dini hari bahkan pagi hari untuk memaksimalkan progres," pungkas Fadrian.(Edwin Adji)

Editor : JTV Pacitan






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.