TULUNGAGUNG - Polres Tulungagung resmi menggelar Operasi Patuh Semeru 2026 selama 14 hari ke depan. Langkah tegas ini diambil menyusul tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Tulungagung, di mana kelompok usia produktif 16 hingga 21 tahun menjadi korban terbanyak.
Apel gelar pasukan yang melibatkan berbagai unsur instansi terkait dilaksanakan di halaman Mapolres Tulungagung. Operasi kepolisian ini dijadwalkan berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Dalam pelaksanaannya, terdapat sembilan sasaran prioritas pelanggaran, seperti berboncengan lebih dari satu orang, pengendara di bawah umur, tidak memakai helm SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman, berkendara di bawah pengaruh alkohol, menggunakan ponsel saat berkendara, melebihi batas kecepatan, melawan arus, serta penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai atau ditutup.
Namun, petugas memberikan perhatian khusus pada tiga sasaran utama, yakni pengendara sepeda motor yang nekat melawan arah, kendaraan tanpa TNKB atau pelat nomor, serta penggunaan knalpot brong.
Baca Juga : Kecelakaan Usia Muda Melonjak, Polres Tulungagung Gelar Operasi Patuh Semeru 2026 Incar Tiga Pelanggaran Ini
Sistem penindakan pelanggaran umum selama operasi akan dimaksimalkan melalui tilang elektronik. Kendati demikian, apabila tiga pelanggaran utama tersebut tertangkap langsung oleh mata petugas di lapangan, polisi dipastikan bakal menerapkan tilang manual secara langsung.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Ivan Danara, mengungkapkan bahwa keputusan digelarnya Operasi Patuh Semeru didasari oleh tingginya data kasus kecelakaan di wilayahnya.
"Di Tulungagung sendiri, selama 10 bulan terakhir telah terjadi 1.700 kejadian, dan 15 persen korban meninggal dunia. Sedangkan korban terbanyak dari pengendara usia 16 hingga 21 tahun," kata AKP Ivan Danara.
Baca Juga : Usai Keluar dari Wahana Rumah Hantu, Pengunjung di Tulungagung Meninggal Dunia
Melalui gelaran operasi ini, pihak kepolisian berharap kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas semakin meningkat, sehingga fatalitas serta angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan. (Agus Bondan)
Editor : JTV Kediri



















