LUMAJANG - Kecanduan judi online membuat seorang pedagang nasi goreng berinisial GIP nekat melakoni aksi kriminal. Warga Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, tersebut ditangkap polisi usai terbukti berulang kali menjambret ponsel milik perempuan dan anak-anak di wilayah Lumajang.
Modus pelaku terbilang licik. Ia memanfaatkan momen sepi di ruas jalan dan sengaja menyasar korban yang dianggap lemah agar mudah melancarkan aksinya tanpa perlawanan berarti.
Titik terang kasus ini terkuak dari rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di Desa Jokarto, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Berdasarkan rekaman tersebut, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi pelaku.
Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan. Petugas menyergap rumah pelaku tak lama setelah ia menjambret ponsel milik seorang anak perempuan di Jalan Desa Jokarto. Di lokasi, polisi mendapati sepeda motor yang biasa digunakan pelaku untuk beraksi terparkir di depan rumah, sehingga makin memperkuat bukti keterlibatannya.
Pelaku selanjutnya digelandang ke Mapolres Lumajang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Dalam pemeriksaan, GIP mengakui perbuatannya dan menyebut telah melakukan aksi penjambretan sebanyak lima kali di wilayah Lumajang dengan target utama perempuan dan anak-anak.
Yang lebih memprihatinkan, uang hasil menjual barang curian tersebut digunakan pelaku untuk bermain judi online, bukan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau modal usahanya.
Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan bahwa penangkapan pelaku berawal dari penelusuran rekaman CCTV milik desa setempat.
"Penangkapan ini berbekal rekaman CCTV milik desa dan dusun. Dari rekaman tersebut tim kami melakukan profiling hingga berhasil mengidentifikasi pelaku tindak pidana tersebut. Sasaran pelaku selama ini mayoritas adalah perempuan," ujar Ipda Suprapto.
Atas perbuatannya, pelaku kini harus mendekam di sel tahanan Polres Lumajang dan terancam dijerat pasal tentang pencurian dengan pemberatan.
Editor : Iwan Iwe



















