KOTA MADIUN - Lebih dari 60 peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kota Madiun sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, kebakaran lahan menjadi kasus yang paling dominan dengan 31 kejadian.
Data Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Madiun mencatat, selain 31 kasus kebakaran lahan, terdapat 13 kejadian yang berkaitan dengan instalasi listrik dan 10 kebakaran bangunan.
Sementara itu, delapan kejadian lainnya masuk dalam kategori kebakaran lain-lain, sedangkan satu kasus merupakan kebakaran kendaraan.
Memasuki musim kemarau, jumlah kejadian kebakaran cenderung mengalami peningkatan dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026. Kondisi lahan yang kering, ditambah tiupan angin, membuat api lebih mudah menjalar dan sulit dikendalikan.
Kebiasaan masyarakat membakar sampah tanpa pengawasan juga menjadi salah satu faktor yang dinilai dapat memicu terjadinya kebakaran lahan. Api yang awalnya kecil berpotensi merembet ke area lain ketika kondisi lingkungan kering.
Untuk menekan potensi kebakaran, Damkar Kota Madiun terus memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat. Edukasi dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial serta surat edaran yang disampaikan kepada kecamatan dan kelurahan.
Kabid Damkarmat Satpol PP dan Damkar Kota Madiun, Hengky Wahyu Setyo Wibowo, mengatakan langkah pencegahan terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi kebakaran, terutama selama musim kemarau.
Di sisi lain, kesiapsiagaan personel dan armada pemadam kebakaran juga terus dijaga. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan, sertifikasi, serta pemeriksaan rutin terhadap kendaraan dan peralatan pemadam.
Meski jumlah kejadian kebakaran cukup tinggi, seluruh insiden yang ditangani hingga Agustus 2026 tercatat tidak menimbulkan korban jiwa.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama saat menggunakan api dan ketika melakukan aktivitas pembakaran sampah. Pengawasan diperlukan agar api tidak merembet dan berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Editor : JTV Madiun

















