SURABAYA - Persebaya Surabaya memutus rekor 13 laga tak pernah kalah usai takluk dari Bhayangkara Presisi di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu malam, dengan skor tipis 1-2. Pelatih Persebaya mengakui jika timnya tampil kurang maksimal, terutama dalam penyelesaian akhir.
Persebaya Surabaya dipaksa mengakui keunggulan Bhayangkara Presisi pada pekan ke-21 Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu malam. Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, skuad Bajul Ijo takluk dengan skor tipis 1-2.
Dua gol Bhayangkara dicetak oleh Bernard Henri di menit ke-27 dan Moussa Sidibe di menit 45+2 atau babak tambahan waktu. Sementara itu, Persebaya memperkecil ketertinggalan melalui Mihailo Perovic di menit ke-64.
Bernardo Tavares , pelatih Persebaya, mengakui jika timnya tampil kurang tenang di babak pertama hingga harus tertinggal. Menurut Tavares, tim berjuluk The Guardians tampil efektif dengan dua tembakan ke gawang yang berbuah gol. Kendati demikian, pelatih asal Portugal tersebut tetap mengapresiasi penampilan anak asuhnya.
Baca Juga : LavAni Tak Terbendung! Hajar Bhayangkara Presisi 3-0 di Seri Malang
"Kita memiliki peluang, tetapi sayang sekali kita hanya mencetak satu gol. Saya mengapresiasi attitude dari para pemain terutama di babak kedua. Namun, tanggung jawab tetap ada pada saya. Terima kasih atas pengorbanan mereka. Kami kalah karena lawan menembak dua kali ke gawang dan mencetak gol, sementara kami menembak berkali-kali dan hanya mencetak satu gol,” ujarnya.
Di sisi lain, skuadnya banyak melakukan tembakan ke gawang Muchamad Aqil Savik, namun hanya satu yang berbuah gol. Di samping itu, pelatih berusia 46 tahun tersebut juga menyoroti pemain lawan yang kerap mengulur waktu sehingga membuat Bruno Moreira dan kawan-kawan kehilangan momentum.
Andhika Ramadhani , kiper Persebaya, juga turut mewakili tim untuk meminta maaf kepada para suporter Persebaya, yakni Bonek dan Bonita, atas hasil yang diperoleh pada pertandingan kali ini.
Baca Juga : Bhayangkara Presisi Tundukkan Surabaya Samator 3-0 di Final Four Proliga 2025
“Untuk pertandingan malam ini, saya mewakili teman-teman pemain Persebaya meminta maaf atas hasil yang kurang maksimal bagi kami dan teman-teman suporter. Kami sudah berjuang semaksimal mungkin sesuai arahan dari Coach Tavares, tapi masih mendapatkan hasil yang kurang maksimal. Kami memohon maaf,” ujarnya.
Kekalahan ini memutus rekor tak pernah kalah dalam 13 laga beruntun Persebaya. Meski tanpa tambahan poin dari laga ini, Persebaya masih bertahan di posisi ke-5 klasemen sementara dengan total 35 poin. (Nata Renata)
Editor : Iwan Iwe



















