INDRAGIRI HILIR - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat komitmennya dalammendorong inklusi keuangan hingga ke pelosok negeri. Kehadiran layanan BRILink Agen terbukti menjadiujung tombak inklusi keuangan masyarakat di daerah perairan terpencil, salah satunya di KecamatanPelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.
Peluang untuk mendekatkan layanan tersebut ditangkap Ria Irawan. Berbekal modal awal Rp19 juta daritabungan pribadi, Ria memulai profesi sebagai BRILink Agen pada 2019 di tengah aktivitasnya sebagaitenaga honorer di Puskesmas Pelangiran.
Ria menceritakan bahwa keputusannya memulai usaha tersebut tidak terlepas dari kondisi geografisPelangiran. Sebagai wilayah perairan, masyarakat setempat banyak mengandalkan transportasi sungai dan laut menggunakan speedboat untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Kondisi tersebut membuat aksesmenuju layanan perbankan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan warga harus mengeluarkanongkos perjalanan pergi-pulang hingga sekitar Rp100 ribu hanya untuk bertransaksi di bank.
“Kondisi itu membuat aktivitas keuangan masyarakat menjadi terbatas dan pada akhirnya turut menghambatkegiatan ekonomi mereka. Dari sana saya berpikir, kalau layanan perbankan bisa hadir lebih dekat, tentuakan sangat membantu masyarakat di sini,” ujar Ria.
Baca Juga : Dorong Inklusi Keuangan Digital, Adopsi Rekening Emas BRImo Melonjak Signifikan di 2026
Ria menceritakan bahwa perjalanan di awal usaha tidak mudah. Demi memenangkan kepercayaanmasyarakat di tengah persaingan usaha, Ria menciptakan inovasi layanan jemput bola berupa sistem door-to-door.
Dia bercerita, kala itu, ia secara rutin membagikan jadwal layanan door-to-door kepada masyarakat melaluiFacebook dan WhatsApp. Dalam sehari, Ria melakukan tiga kali perjalanan, yakni pada pukul 10.00 WIB, 14.00 WIB, dan 17.00 WIB. Dengan mengendarai sepeda motor sambil membawa mesin EDC MPOS BRILink, ia mendatangi rumah warga hingga tempat usaha dalam radius sekitar tiga kilometer untukmelayani kebutuhan transaksi mereka.
Inovasi tersebut berbuah manis. Melihat perkembangan usaha serta dampak sosial yang nyata, Ria mengambil keputusan berani untuk memfokuskan seluruh energinya menjadi BRILink Agen dan menjadipusat aktivitas ekonomi masyarakat Pelangiran.
Baca Juga : Gandeng KPK, BRI Cetak Agen Perubahan Lewat Pelatihan Antikorupsi PELOPOR 2026
“Terhitung, saat ini kita biasanya melayani rata-rata 70 hingga 80 transaksi per hari, transaksi yang seringdilakukan masyarakat mulai dari jasa transfer, pembayaran belanja daring (BRIVA), hingga pencarian tunaidalam jumlah besar,” ucapnya.
Kehadiran BRILink Agen Ria juga perlahan mendorong pergeseran dari praktik rentenir di wilayahnyamenuju pemanfaatan layanan keuangan formal. Masyarakat yang sebelumnya mengandalkan praktik tersebutmulai memanfaatkan BRILink Agen Ria untuk bertransaksi sekaligus mengenal produk simpanan dan pembiayaan BRI.
Di balik perkembangan BRILink Agen yang dikelolanya, Ria menyebut dukungan teknologi sertapendampingan berkelanjutan dari BRI turut membantunya menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.Dukungan tersebut terutama dirasakan ketika Ria menghadapi berbagai kebutuhan operasional di lapangan.
Baca Juga : Dari BRI untuk Indonesia: Dukungan Penuh untuk Kontingen Merah Putih di Asian Games 2026
“Peran Mantri BRI di lapangan sangat kami rasakan, istilahnya gercep atau cepat tanggap. Ketika adakendala jaringan internet di desa maupun kebutuhan uang tunai secara mendadak, Mantri BRI selalu siapmembantu dan memberikan pendampingan,” ungkapnya.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan memasuki Oktober yang menjadimomentum Bulan Inklusi Keuangan, BRI terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan akseslayanan keuangan yang semakin luas, mudah, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Dalam konteks tersebut, BRILink Agen memiliki peran strategis sebagai perpanjangan layanan BRI yang hadir semakin dekat dengan masyarakat hingga ke tingkat desa dan berbagai wilayah yang relatif jauh darikantor bank. Kehadiran BRILink Agen tidak hanya memperluas jangkauan layanan keuangan formal, tetapijuga mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal dan membuka peluang pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, semangat Bulan Inklusi Keuangan tidak berhenti pada perluasan akses, tetapi diarahkanuntuk menciptakan manfaat ekonomi yang semakin nyata, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Dhanny.
Editor : Iwan Iwe



















