TULUNGAGUNG - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, permintaan pisau dan peralatan penyembelihan hewan kurban di sentra industri pisau Desa Kiping, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini menjadi berkah bagi para perajin meski di sisi lain harga produk turut naik akibat kenaikan harga bahan baku besi baja.
Ratusan perajin pisau di kawasan tersebut kini kebanjiran pesanan berbagai jenis pisau, golok hingga kapak pemotong tulang. Permintaan meningkat lebih dari 10 persen dibandingkan hari-hari biasa seiring mendekatnya pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.
Salah satu perajin, Kusnanto, mengaku jumlah pesanan yang diterimanya mengalami peningkatan cukup signifikan. Jika pada hari normal produksi yang terjual berkisar 1.000 unit, kini meningkat menjadi sekitar 1.200 unit.
Menurutnya, mayoritas pembeli mencari pisau berkualitas baik yang dinilai lebih tajam dan tahan lama untuk kebutuhan penyembelihan serta pengolahan daging kurban.
Di tengah meningkatnya permintaan, harga pisau juga mengalami kenaikan. Kondisi tersebut dipicu oleh melonjaknya harga besi baja sebagai bahan baku utama pembuatan pisau.
Harga pisau yang sebelumnya dijual antara Rp40 ribu hingga Rp80 ribu per buah kini naik sekitar Rp5 ribu per unit. Sementara kapak pemotong tulang dipasarkan dengan harga berkisar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per buah.
“Permintaan meningkat menjelang Idul Adha, tetapi harga bahan baku juga naik sehingga harga jual produk ikut menyesuaikan,” ujar Kusnanto.
Meski sebagian konsumen mengeluhkan kenaikan harga, tingginya kebutuhan peralatan potong untuk penyembelihan hewan kurban membuat penjualan tetap ramai. Para pembeli tetap berdatangan untuk memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Adha.
Kondisi ini menjadi momentum tahunan yang dinantikan para perajin pisau Tulungagung karena mampu mendongkrak omzet usaha sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat. (Agus Bondan-Beny Setiawan)
Editor : JTV Kediri



















