PONOROGO - Seorang relawan asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dilaporkan ditangkap tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina. Relawan bernama Herman Budianto itu menjadi salah satu dari sembilan warga negara Indonesia yang ditahan dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0.
Kabar penangkapan tersebut membuat keluarga di Ponorogo cemas dan terus memantau perkembangan kondisi Herman. Adik kandung Herman, Dyah Puspasari, mengaku hanya bisa pasrah dan berdoa setelah mengetahui kakaknya ditangkap saat berlayar menuju Gaza pada Selasa, 19 Mei 2026 waktu setempat.
Sebelum ditangkap, Herman sempat mengirimkan pesan darurat atau SOS melalui siaran video langsung. Dalam video tersebut, ia menyampaikan bahwa apabila rekaman itu tersebar, berarti dirinya telah ditangkap. Video tersebut kemudian viral di media sosial dan menjadi sumber pertama keluarga mengetahui kabar penahanan itu.
“Kami mengetahui kabar penangkapan dari video yang beredar di media sosial. Saat ini keluarga hanya bisa berdoa semoga kakak kami segera dibebaskan dan dalam kondisi sehat,” ujar Dyah Puspasari.
Baca Juga : Isi Soundtrack 'Pakaryan', Grup Rap Ponorogo Kajawi Siap Ramaikan Screening Film Mahasiswa Unesa
Dyah mengatakan hingga kini keluarga belum dapat berkomunikasi langsung dengan Herman. Sebelum penangkapan terjadi, Herman disebut sempat membuang telepon genggamnya ke laut guna menghindari pelacakan serta melindungi data para relawan lainnya.
Menurut keluarga, Herman Budianto selama ini dikenal aktif menyuarakan dukungan terhadap Palestina dan telah beberapa kali mengikuti misi kemanusiaan internasional. Namun, keluarga tidak menyangka misi kali ini berujung pada penangkapan oleh tentara Israel.
Keluarga berharap pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomasi dan pendampingan untuk membantu membebaskan para relawan Indonesia yang saat ini masih ditahan.
Editor : JTV Madiun

















