PACITAN - Isu berkurangnya takaran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di sejumlah daerah membuat Polres Pacitan bersama dengan dinas terkait turun tangan. Aparat melakukan operasi pasar dengan menyasar harga, timbangan, kualitas, hingga stok beras yang beredar di pasaran.
Pengecekan dilakukan di Pasar Minulyo, Pacitan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah beras SPHP kemasan lima kilogram yang saat ini dijual sekitar Rp58 ribu. Kasatreskrim Polres Pacitan AKP Choirul Maskanan mengatakan, pengecekan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar persoalan pengurangan takaran yang ditemukan di daerah lain tidak terjadi di Pacitan.
“Memang ada isu dan ditemukan di daerah timur itu SPHP, beras per kilogramnya berkurang. Jadi kita cek, mungkin di sini ada seperti itu atau tidak. Termasuk harganya, timbangannya, kemudian dari bentuk dan fisiknya kita cek,” kata Choirul Selasa, (08/09) pagi.
Tak sekadar melihat label kemasan, polisi bahkan melakukan penimbangan langsung terhadap beras SPHP lima kilogram. Hasilnya, berat beras yang diperiksa justru berada di atas ketentuan. “Aman. Tadi sudah saya cek sendiri. Saya timbang yang lima kilogram, ada lebih satu, sekitar satu plastik,” ujarnya.
Hasil pengecekan sementara juga menunjukkan harga dan stok beras di Pasar Minulyo masih dalam kondisi normal. Polisi turut memeriksa aspek perizinan, pergudangan hingga operasional pedagang. “Di samping SPHP, juga beras-beras yang lain. Di sini terlihat masih normal. Harganya normal, stoknya cukup. Kemudian dari perizinan, pergudangan, operasionalnya semuanya lengkap,” jelasnya.
Namun, operasi pasar ini belum berhenti. Polres Pacitan berencana memperluas pengecekan ke sejumlah pasar di wilayah kecamatan, terutama pasar-pasar besar. “Untuk saat ini kita hanya cek harga dan kondisi-kondisinya dulu. Kalau memang ada, kita cek. Kita utamakan pasar-pasar yang besar dulu, di sini yang di kota. Kemudian besok kemungkinan kita ke kecamatan-kecamatan,” tegas Choirul.
Pengawasan juga mulai diarahkan pada komoditas pangan lainnya. Polisi turut mengecek harga dan ketersediaan telur, termasuk memastikan asal produksinya. “Beras, tapi juga kita tanyakan telur. Telur kita cek harganya, kemudian stoknya. Saya tanyakan juga tadi produksinya dari Pacitan atau mengambil dari luar. Ternyata mengambilnya juga dari Pacitan,” ungkapnya.
Langkah ini menjadi penting di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Polisi memastikan pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar pemeriksaan sesaat. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan


















