SURABAYA - Kelompok musik hip-hop Jawa asal Ponorogo, Kajawi, bakal memberikan kejutan spesial di Kota Pahlawan. Mereka dipastikan hadir memeriahkan acara Screening Film karya Mahasiswa Sastra Indonesia Angkatan 2024 Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Agenda pemutaran film indie ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026, mulai pukul 17.00 WIB di Graha Sawunggaling, Kampus Unesa. Minat masyarakat, terutama pencinta sinema lokal, tergolong sangat tinggi. Terbukti, tiket kategori Presale 2 untuk acara ini sudah ludes terjual (sold out).
Tampil Singkat Bawa Formasi Tiga Personel
Meskipun mayoritas penonton datang demi menyaksikan pemutaran film, kehadiran Kajawi di panggung diprediksi bakal memberikan warna tersendiri. Salah satu karya musik mereka dipilih menjadi soundtrack resmi film pendek yang berjudul Pakaryan.
Baca Juga : KPK Geledah Dinkes Ponorogo, Dalami Kasus Korupsi Sugiri Sancoko
Kajawi bakal turun dengan formasi tiga personel. Salah satunya adalah Muhaeim yang memegang peran sebagai DJ sekaligus rapper. Muhaeim menyebut bahwa mereka hanya akan membawakan satu lagu saja, mengingat fokus utama acara adalah apresiasi film pendek, bukan konser musik.
"Melalui keterlibatan lagu kami di film Pakaryan ini, kami berharap musik rap Jawa tidak hanya dilihat sebagai hiburan dan sarana berjoget semata. Kami ingin memberikan ruang bagi teman-teman semua untuk berpikir, mengevaluasi diri, dan mengambil sikap bijak dalam menghadapi problematika hidup sehari-hari. Selamat menikmati karya film teman-teman Unesa!" kata Muhaeim terkait harapannya untuk para penonton.
Angkat Layar Ekranisasi Karya Ahmad Tohari
Baca Juga : Oknum Kyai Pondok di Ponorogo Diduga Cabuli Santri Sesama Jenis
Acara screening ini menjadi ruang bagi mahasiswa Unesa untuk menyajikan karya sinema independen berbasis adaptasi sastra. Fokusnya adalah melakukan ekranisasi atau pemindahan wahana dari novel-novel karya sastrawan legendaris Indonesia, Ahmad Tohari, ke dalam bentuk visual.
Selain film Pakaryan, dua film pendek lain yang juga ikut diputar dalam kesempatan tersebut adalah Di Ujung Pematang dan Sangkar yang Berpindah.
Sarat Pesan Sosial Lewat Album 'Cangkriman'
Baca Juga : Curi Motor di Bengkel, Seorang Pria Babak Belur Diamuk Warga di Ponorogo
Sebagai catatan tambahan, grup rap asal Ponorogo ini baru saja melepas album terbaru mereka di tahun 2026 yang diberi judul Cangkriman.
Mengambil istilah dari bahasa Jawa yang berarti teka-teki atau bedhekan, album ini berisi empat buah trek lagu. Kajawi mengemasnya lewat lirik sederhana bertema pewayangan Jawa yang dikombinasikan dengan kritik sosial serta refleksi problematika kehidupan modern. Bagi yang penasaran dengan materi lagu mereka, karya-karya Kajawi sudah bisa diakses melalui platform digital YouTube dan Spotify. (*)
Editor : Iwan Iwe



















