KEDIRI - Di tengah tingginya konsumsi masyarakat terhadap ikan laut, produktivitas ikan air tawar di Kabupaten Kediri justru menunjukkan tren positif. Komoditas ini tak hanya diminati berbagai kalangan konsumen, tetapi juga memberikan angin segar bagi sektor pembudidaya lokal.
Sektor perikanan air tawar di Kabupaten Kediri terus menunjukkan perkembangan positif. Hal ini ditandai dengan lahirnya inovasi varietas unggulan, Nila Black Airlangga. Benih unggul ini dikembangkan oleh Ipik Nurhalim (41), pembudidaya asal Desa Canggu, Kecamatan Badas, yang juga pemilik Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sumber Drajat.
Ipik menjelaskan, Nila Black Airlangga bukan sekadar produk budidaya biasa. “Ini adalah hasil pemuliaan berjenjang yang dirancang untuk meningkatkan kualitas genetik ikan nila,” ujarnya. Proses pemuliaan tersebut bertujuan untuk memperbaiki sekaligus mempertahankan kualitas indukan agar menghasilkan benih unggul yang stabil. Inovasi ini menjadi contoh nyata penguatan daya saing perikanan air tawar berbasis kelompok di Kediri.
Pokdakan Sumber Drajat saat ini menaungi 28 anggota dengan total lahan budidaya mencapai 11 hektare. Demi menjaga stabilitas usaha, produksi benih diatur mengikuti siklus pasar yang terbagi menjadi tiga musim, yakni musim sepi, sedang, dan ramai.
Pada periode Januari hingga April yang disebut musim sepi, produksi dijaga di kisaran 100 ribu hingga 150 ribu ekor per hari. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kelebihan stok di tengah permintaan yang cenderung menurun.
Pemasaran Nila Black Airlangga terbukti luas. Selain menyasar wilayah pesisir Jawa Timur seperti Lamongan, Sidoarjo, dan Gresik, pasar ikan ini juga merambah Tulungagung, Blitar, hingga Bali. Sejak awal tahun 2025, pemasaran bahkan mulai merambah pulau-pulau di luar Jawa.(M. Zainurofi)
Editor : JTV Kediri



















