SURABAYA - Imam Syafii Yahya resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pamekasan periode 2025–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Timur, Selasa (20/1/2026).
Imam Syafii Yahya (45), yang merupakan anggota DPRD dua periode, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar di Kabupaten Pamekasan pada pemilu mendatang. Ia menyatakan siap bekerja maksimal guna memenuhi target Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, yakni menaikkan perolehan kursi dari tiga menjadi sembilan kursi.
“Saya akan berjuang secara maksimal. Target ini bukan sekadar angka, tetapi amanah yang harus diwujudkan melalui kerja kolektif seluruh kader,” tegas Imam Syafii usai terpilih.
Ia menekankan pentingnya konsolidasi internal untuk menghadapi dinamika politik yang kian kompleks. Menurutnya, kompetisi di internal partai harus diubah menjadi kolaborasi yang sehat agar Golkar semakin solid dan mampu menjawab tantangan zaman.
Baca Juga : Kader Golkar Tuntut Mundur Ketua Terpilih
Imam Syafii mengakui tantangan politik ke depan tidak ringan. Namun, dengan sinergi seluruh kader dan pengurus, ia optimistis Partai Golkar Pamekasan mampu melangkah lebih maju dan meraih kepercayaan masyarakat secara luas.
Ke depan, Golkar Pamekasan akan memfokuskan diri menjadikan partai yang lebih modernisasi. Selain itu juga penguatan kaderisasi yang berkelanjutan. Struktur partai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan didorong untuk lebih aktif, responsif, dan adaptif terhadap perubahan, termasuk dalam merangkul pemilih milenial dan Gen Z tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur partai.
“Golkar harus hadir sebagai partai yang modern, terbuka, dan visioner, sekaligus tetap berakar kuat pada nilai pengabdian kepada rakyat,” ujarnya.
Baca Juga : Jelang Musda Golkar Banyuwangi, Kader Protes Dugaan Verifikasi Sepihak dan Arah Aklamasi
Dengan semangat kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas, Partai Golkar optimistis akan semakin kokoh dan terus hadir bersama rakyat Kabupaten Bangkalan dalam setiap agenda politik ke depan. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















