Menu
Pencarian


IHSG Anjlok 32,95 Persen di Era Prabowo, Jauh di Bawah Capaian Jokowi dan SBY

Portaljtv.com - Jumat, 16 Oktober 2026 12:44
IHSG Anjlok 32,95 Persen di Era Prabowo, Jauh di Bawah Capaian Jokowi dan SBY
Ilustrasi investor memantau pergerakan harga saham melalui ponsel di tengah tekanan pasar modal Indonesia. (Foto: Tengku Abdillah Ayyub)

JAKARTA - Pasar modal Indonesia mengalami tekanan terberatnya pada pekan ini setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh secara drastis akibat sentimen global serta pengumuman dari penyedia indeks global MSCI. Pergerakan bursa yang anjlok tajam ini langsung memicu kepanikan di kalangan investor domestik maupun internasional pada Jumat (16/10/2026).

Pelemahan tajam tersebut bermula ketika MSCI Inc membuka konsultasi untuk menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari status Emerging Market menjadi Standalone Market. Langkah peninjauan ulang ini dilatarbelakangi oleh berbagai kekhawatiran pelaku pasar terhadap struktur kepemilikan dan transparansi di pasar modal Indonesia.

Akibat sentimen negatif tersebut, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat mengalami penghentian sementara atau trading halt selama 30 menit setelah indeks merosot lebih dari 8 persen di awal sesi pembukaan. Tekanan jual yang masif terus berlanjut hingga membuat indeks saham unggulan ikut terpangkas dalam sesi perdagangan hari ini.

Berikut adalah perbandingan performa pergerakan IHSG dari masa ke masa berdasarkan data historis kepemimpinan nasional:

  1. Megawati (+78,80% / 23 Juli 2001-20 Oktober 2004)
  2. SBY (+499,50% / 20 Oktober 2004-20 Oktober 2014)
  3. Jokowi (+53,95% / 20 Oktober 2014-20 Oktober 2024)
  4. Prabowo (-32,95% / 20 Oktober 2024-16 Oktober 2026)

Selain faktor pengumuman dari MSCI, kondisi pasar keuangan nasional turut dibayangi oleh sentimen makroekonomi global, termasuk data inflasi Amerika Serikat serta penguatan nilai tukar dolar AS yang menekan posisi rupiah.

Para pengamat pasar modal menilai bahwa langkah reformasi dan transparansi yang lebih komprehensif dari otoritas bursa sangat dibutuhkan untuk memulihkan kepercayaan investor global. Di sisi lain, investor diimbau untuk tetap mencermati dinamika pasar secara bijak di tengah tingginya volatilitas ekonomi saat ini. (Tengku Abdillah Ayyub)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.