KEDIRI - Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kota Kediri masih melambung tinggi. Saat ini, harga komoditas pangan tersebut menyentuh angka Rp 42 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal.
Lonjakan harga yang berlangsung selama dua pekan terakhir ini mulai memukul daya beli masyarakat. Dampaknya, volume penjualan para pedagang pasar mengalami penurunan cukup signifikan.
Salah seorang pedagang daging ayam, Siti Munawaroh, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi secara bertahap setelah sempat melandai pasca-momentum liburan. Kondisi ini memaksa konsumen memutar otak dan menyesuaikan pola belanja harian mereka.
"Penjualan ayam yang sebelumnya mencapai sekitar 100 ekor per hari, kini turun menjadi rata-rata 80 ekor saja. Mengalami penurunan sekitar 20 persen," tutur Siti Munawaroh.
Guna mengantisipasi potensi kerugian yang semakin membengkak, para pedagang memilih memangkas pasokan stok harian. Selain itu, mereka mulai mengandalkan penjualan bagian ayam yang harganya lebih terjangkau oleh kantong konsumen, seperti ceker, kepala, hati, hingga jeroan.
Kenaikan harga yang menembus Rp 42 ribu per kilogram ini menjadi ujian berat bagi pedagang maupun masyarakat. Para pedagang berharap harga daging ayam bisa segera kembali stabil agar gairah transaksi jual-beli di pasar tradisional kembali pulih.(Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri
















