JEMBER - 
UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali menorehkan prestasi dalam ajang PORSI JAWARA II yang digelar di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kali ini, UIN KHAS Jember berhasil meraih juara pertama cabang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK).
Prestasi tersebut diraih oleh Muallifatul Hasanah, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Ia berhasil mengungguli peserta dari sejumlah perguruan tinggi Islam negeri setelah tampil maksimal dalam membaca dan memahami kitab yang menjadi materi perlombaan.
Musabaqah Qiraatil Kutub atau MQK merupakan kompetisi membaca, menerjemahkan, memahami, dan menelaah kitab klasik berbahasa Arab atau yang lebih dikenal sebagai kitab kuning.
Penanggung jawab lomba, Ari Dwi Widodo, M.Pd.I., menjelaskan bahwa kitab yang digunakan dalam perlombaan kali ini adalah Tafsir Marah Labid atau Tafsir Munir karya Syekh Nawawi al-Bantani. Menurutnya, kitab tersebut tidak termasuk kitab tafsir yang umum dipelajari secara rutin di banyak pesantren.
Kitab tersebut, kata Ari, lebih sering dibaca atau dikaji oleh kiai senior dalam forum tertentu, termasuk pertemuan alumni. Karena itu, penggunaan kitab tersebut sebagai materi perlombaan memberikan tantangan tersendiri bagi peserta.
Tantangan semakin berat karena waktu persiapan yang dimiliki Muallifatul Hasanah tergolong singkat. Ia hanya memiliki waktu sekitar dua minggu untuk mempelajari dan menguasai kurang lebih 72 halaman materi yang dipersiapkan untuk perlombaan.
Meski waktu persiapan terbatas, Muallifatul mampu tampil maksimal pada babak perlombaan. Bahkan, menjelang kompetisi, kondisi kesehatannya sempat terganggu. Kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah untuk menyelesaikan persiapan dan mengikuti pertandingan hingga akhir.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Muallifatul Hasanah berhasil menempati posisi pertama dan membawa pulang gelar juara untuk UIN KHAS Jember.
Sementara itu, juara kedua diraih Zayyana Abdilallah dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, sedangkan juara ketiga ditempati Abdurrohman dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Keberhasilan tersebut menjadi catatan positif bagi UIN KHAS Jember dalam PORSI JAWARA II. Selain menguji kemampuan membaca kitab klasik, kompetisi MQK juga menuntut peserta memiliki kemampuan memahami bahasa Arab, menerjemahkan teks, serta menjelaskan kandungan kitab dengan baik.
Prestasi Muallifatul menunjukkan bahwa persiapan dalam waktu singkat tidak menjadi penghalang untuk meraih hasil maksimal. Dengan pendampingan, kedisiplinan belajar, dan penguasaan materi, UIN KHAS Jember mampu bersaing dan menjadi yang terbaik dalam cabang Musabaqah Qiraatil Kutub.
Editor : JTV Jember



















